Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru di Januari 2021 Bakal Kembali Meningkat

Ekonomi Bank Indonesia Kredit
Husen Miftahudin • 18 Januari 2021 15:39
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan penyaluran kredit baru pada Januari bakal kembali meningkat. Hal tersebut terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) perkiraan penyaluran kredit baru Januari 2021 sebesar 53,1 persen yang lebih tinggi dibandingkan SBT perkiraan penyaluran kredit baru Desember 2020 sebesar 42,8 persen.
 
Berdasarkan kelompok bank, peningkatan diperkirakan terjadi pada seluruh kategori bank, tertinggi pada Bank Umum Syariah dan Bank Umum dengan SBT masing-masing sebesar 92,4 persen dan 52,0 persen.
 
"Sementara itu, berdasarkan jenis penggunaan peningkatan tertinggi terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan SBT masing-masing sebesar 51,1 persen dan 44,4 persen," ungkap laporan hasil Survei BI terkait Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan periode Desember 2020 yang dikutip dari laman resmi BI, Senin, 18 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun penyaluran kredit baru pada Desember 2020 terindikasi meningkat lebih tinggi dibandingkan November 2020. Hasil survei penyaluran pembiayaan perbankan menunjukkan bahwa SBT penyaluran kredit baru pada Desember 2020 sebesar 42,8 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 13,5 persen.
 
"Berdasarkan kelompok bank, peningkatan terjadi pada seluruh kategori bank, tertinggi pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Umum Syariah dengan SBT masing-masing sebesar 58,9 persen dan 53,5 persen."
 
Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru Desember 2020 diprioritaskan pada KMK, diikuti oleh Kredit Investasi. Sementara berdasarkan kategori lapangan usaha, penyaluran kredit baru Desember 2020 terutama diprioritaskan pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran; diikuti oleh industri pengolahan atau manufaktur, pertanian, kehutanan, dan perikanan; serta konstruksi.
 
Faktor makro yang mempengaruhi perkiraan kenaikan kredit baru pada Desember 2020 antara lain prospek kondisi moneter dan ekonomi, permintaan kredit pembiayaan dari nasabah, dan tingkat persaingan usaha dari bank lain. Sementara faktor mikro yang mempengaruhi perkiraan kenaikan kredit baru pada Desember 2020 antara lain risiko dalam penyaluran kredit, likuiditas bank, dan ketersediaan informasi calon debitur potensial.
 
Meningkatkan permintaan kredit baru pada Desember 2020 menurut responden perbankan sejalan dengan meningkatnya permintaan. Hal ini terindikasi pada nilai SBT permintaan kredit baru yang tercatat sebesar 46,7 persen, lebih tinggi dari SBT 21,5 persen pada November 2020.
 
"Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah responden dunia usaha yang memenuhi kebutuhan pembiayaannya melalui perbankan dibandingkan bulan sebelumnya," jelas laporan BI tersebut.
 
Berdasarkan jenis penggunaan, kenaikan permintaan terutama diperkirakan terjadi pada KMK dan Kredit Investasi dengan masing-masing SBT sebesar 50,5 persen dan 38,4 persen. Sementara berdasarkan golongan debitur terjadi pada kredit UMKM maupun Non-UMKM. Faktor usaha yang mempengaruhi perkiraan kenaikan kredit baru karena prospek usaha nasabah, kebutuhan pembiayaan nasabah, dan suku bunga kredit.
 
Kebijakan penyaluran kredit (lending standard) pada Desember 2020 diperkirakan lebih ketat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut terindikasi dari SBT perubahan lending standard Desember 2020 sebesar 4,3 persen, lebih tinggi dibandingkan SBT 2,9 persen pada November 2020.
 
Pengetatan kebijakan penyaluran kredit pada Desember 2020 diperkirakan terutama pada kategori debitur UMKM, terindikasi dari nilai SBT yang meningkat dari 2,4 persen pada November 2020 menjadi 3,6 persen.
 
"Faktor yang mempengaruhi perubahan standar pemberian kredit pada Desember 2020 antara lain proyeksi ekonomi ke depan, kondisi sektor riil saat ini, dan potensi risiko kredit ke depan," tutup laporan BI. 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif