Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Medcom.id/Desi Angriani

Pelaku Pasar Positif Terima UU Cipta Kerja, RI Lebih Berdaya Saing

Ekonomi IHSG UU Cipta Kerja
Annisa ayu artanti • 18 Oktober 2020 15:30
Jakarta: Direktur Investama Hans Kwee menilai adanya penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja akan memberikan sentimen negatif bagi pasar saham. Pasalnya sejauh ini pelaku pasar sangat positif menerima Undang-Undang tersebut.
 
"Penolakan keras akan menjadi sentimen negatif bagi pasar," kata Hans dalam riset hariannya yang dikutip Medcom.id, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Ia juga menjelaskan, tidak hanya pelaku pasar dan pengusaha yang menyambut payung hukum baru tersebut dengan positif, tetapi juga Bank Dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Dunia menilai Undang-Undang sapu jagat ini merupakan upaya konkret pemerintah Indonesia melakukan reformasi besar-besaran di sektor bisnis.
 
"Aturan ini akan menjadikan Indonesia lebih berdaya saing dan mendukung aspirasi jangka panjang bangsa untuk menjadi masyarakat yang sejahtera," jelasnya.
 
Sementara penghapusan pembatasan yang berat pada investasi menandakan bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis.
 
Hans meyakini adanya aturan yang menuai pro dan kontra tersebut akan memudahkan investor berinvestasi di Tanah Air, sehingga membuka peluang penciptaan lapangan pekerjaan lebih luas dan dapat membantu menekan kemiskinan.
 
"Undang-Undang ini dinilai dapat membantu menarik investor lebih banyak berinvestasi di Indonesia, mampu menciptakan lapangan kerja dan membantu Indonesia mengatasi masalah kemiskinan," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif