Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

Rupiah Dibuka Melemah 36 Poin ke Rp14.833/USD

Antara, Husen Miftahudin • 28 Juni 2022 09:50
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini melemah. Hal ini seiring dengan berlanjutnya kekhawatiran investor terhadap inflasi yang berkepanjangan.
 
Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp14.833 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 36 poin atau setara 0,24 persen dari Rp14.797 per USD pada perdagangan hari sebelumnya.
 
Rupiah berada pada rentang Rp14.823 per USD sampai Rp14.833 per USD dengan year to date (ytd) return 4,00 persen. Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.799 per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 33 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.830 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.797 per USD.
 
Di sisi lain, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama rivalnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena berkurangnya ekspektasi inflasi mendorong penilaian ulang prospek kenaikan suku bunga yang agresif tetapi pasar yang bergejolak menahan penurunan yang lebih luas.
 
Taruhan kenaikan suku bunga yang agresif telah mendorong dolar dengan indeks naik ke level tertinggi hampir dua dekade di 105,79 awal bulan ini. Tetapi dengan beberapa indikator data frekuensi tinggi yang menunjukkan momentum ekonomi mulai mendingin dan penurunan harga-harga komoditas yang lebih luas, investor menjadi berhati-hati.
 
"Sulit bagi Wall Street untuk dengan percaya diri mengatakan ada titik terendah, jadi banyak pedagang masih mencari untuk memudarkan reli apa pun yang muncul," kata Analis Pasar Senior Oanda Edward Moya.
 
Terhadap para pesaingnya, indeks dolar melemah 0,12 persen menjadi 103,9. Awal bulan ini, indeks dolar mencapai 105,79, tertinggi sejak akhir 2002.
 
Pasar berjangka memperkirakan para pedagang sekarang mengantisipasi suku bunga acuan Federal Reserve AS yang stabil di sekitar 3,5 persen dari Maret tahun depan, kemunduran dari perkiraan melonjak menjadi sekitar 4,0 persen pada 2023.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif