OJK mengatakan, ratusan ribu debitur yang telah mengajukan restrukturisasi kreditnya, baik di industri perbankan maupun perusahaan pembiayaan (leasing). Foto: Dok.MI
OJK mengatakan, ratusan ribu debitur yang telah mengajukan restrukturisasi kreditnya, baik di industri perbankan maupun perusahaan pembiayaan (leasing). Foto: Dok.MI

OJK: Ratusan Ribu Debitur Terdampak Covid-19 Ajukan Restrukturisasi Kredit

Ekonomi ojk Stimulus Ekonomi Imbas Korona
Husen Miftahudin • 07 April 2020 16:02
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan industri perbankan dan lembaga keuangan lainnya sudah berkomitmen untuk memberikan restrukturisasi (keringanan) kepada debitur terdampak virus korona (covid-19).
 
Bahkan ada ratusan ribu debitur yang telah mengajukan restrukturisasi kreditnya, baik di industri perbankan maupun perusahaan pembiayaan (leasing).
 
"Setiap lembaga keuangan dan bank harus mengeluarkan statement itu (pemberian restrukturisasi kredit), dan hampir semuanya sudah mengeluarkan," ujar Wimboh dalam rapat kerja secara virtual bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa, 7 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wimboh membeberkan data permohonan pengajuan restrukturisasi kredit yang telah dilakukan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sudah ada 134.258 debitur yang mengajukan restrukturisasi dengan total saldo pokok dari plafon pinjaman yang telah disepakati dalam perjanjian kredit (baki debet) senilai Rp14,9 triliun.
 
Sementara, sebanyak 6.238 debitur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meminta keringanan kredit dengan baki debet sebesar Rp6,9 triliun. Selanjutnya 17.481 debitur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN yang mengajukan restrukturisasi kredit dengan baki debet Rp2,8 triliun.
 
Kemudian 10.592 debitur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri yang telah meminta keringanan kredit. Total baki debetnya mencapai Rp4,1 triliun.
 
"Sudah ada sebanyak 56 bank umum konvensional, 13 bank umum syariah, 7 BPD (Bank Pembangunan Daerah), 64 BPR/BPRS (Bank Perkreditan Rakyat/Syariah), dan 110 perusahaan pembiayaan yang telah menyediakan restrukturisasi," ungkap Wimboh.
 
Untuk perusahaan pembiayaan, sebut Wimboh, sudah ada 14 perusahaan leasing yang telah menerima pengajuan permohonan restrukturisasi dari debitur terdampak wabah covid-19. Jumlahnya sebanyak 11.235 debitur per 31 Maret 2020.
 
Intinya, Wimboh menegaskan seluruh chief executive officer (CEO) dari lembaga keuangan termasuk perusahaan pembiayaan telah berkomitmen untuk memberikan program restrukturisasi kepada debitur terdampak covid-19.
 
"Seluruh CEO komitmen ikut program ini. Karena kalau tidak, konsekuensinya nasabah yang menunggak dan tidak lancar akan membentuk PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif)," tutup Wimboh.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif