Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Kookmin Bank Sah Jadi Pemegang Saham Pengendali Bukopin

Ekonomi Bank Bukopin
Husen Miftahudin • 05 Agustus 2020 06:43
Jakarta: KB Kookmin Bank akhirnya resmi menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan pernyataan efektif tentang persentase kepemilikan bank asal Korea Selatan (Korsel) tersebut terhadap Bukopin.
 
"OJK telah mengeluarkan persetujuan masuknya KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali di Bank Bukopin yang merupakan hasil dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan beberapa waktu lalu," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Persetujuan OJK tersebut dikeluarkan melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK bernomor KEP - 98/D.03/2020 pada 30 Juli 2020. Selain itu, induk usaha Kookmin Bank yaitu KB Financial Group (KBFG) yang merupakan grup finansial terbesar di Korsel juga disetujui menjadi pengendali akhir (ultimate shareholder) Bank Bukopin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan keputusan tersebut, maka Bukopin saat ini memiliki dua pemegang saham pengendali, yakni Kookmin Bank dengan jumlah saham 33,90 persen dan Bosowa Corporindo sebesar 23,40 persen. Saham lainnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia 6,37 persen dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah lima persen mencapai 36,33 persen.
 
"Masuknya Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali diharapkan menjadi dukungan positif bagi perkembangan Bank Bukopin, serta industri perbankan nasional sehingga bisa meningkatkan kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi," ungkap Anto.
 
Anto bilang, OJK menyambut baik rencana Bank Bukopin untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada 25 Agustus 2020 guna mengambil berbagai keputusan dalam pengembangan kelembagaan dan bisnis Bukopin ke depan.
 
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono menyampaikan bahwa hasil right issue bakal menambah kecukupan modal perseroan dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebanyak 14 persen.
 
Bahkan, sebutnya, rasio modal tersebut bakal kembali meningkat jika Kookmin Bank merealisasikan kelanjutan penambahan modal melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
 
Rencana aksi Kookmin Bank tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS LB yang akan diselenggarakan pada 25 Agustus 2020. Kookmin Bank bahkan menargetkan porsi kepemilikan saham di Bukopin sebanyak-banyaknya 67 persen.
 
"Jika penambahan kepemilikan share-nya adalah 67 persen, maka CAR-nya adalah 17 persen," ujar Rivan dalam telekonferensi di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Bila demikian, sebutnya, Bukopin bakal lebih mudah mendorong kinerja bisnis mereka. Terdapat beberapa target optimistis yang ingin dicapai perseroan, di antaranya pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).
 
Untuk kredit, Bukopin yakin pertumbuhannya berada di kisaran tiga hingga lima persen hingga akhir 2020. Sementara untuk DPK, Rivan memproyeksi bisa terkerek naik hingga ke level 15 persen. Lalu ekuitas diharapkan tumbuh hingga 33 persen (yoy) dan laba terdongkrak sampai 18 persen.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif