Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry.
Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry.

Kekhawatiran Inflasi Masih Jadi Penyebab, Rupiah Dibuka Turun ke Level Rp14.846/USD

Husen Miftahudin • 29 Juni 2022 09:46
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali melemah. Hal ini seiring dengan berlanjutnya kekhawatiran investor terhadap gejolak tingkat inflasi.
 
Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp14.846 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 16 poin atau setara 0,10 persen dari Rp14.830 per USD pada perdagangan hari sebelumnya.
 
Rupiah berada pada rentang Rp14.840 per USD sampai Rp14.854 per USD dengan year to date (ytd) return 4,09 persen. Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.835 per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta juga melemah 19 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp14.850 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.831 per USD.
 
Baca juga: Rupiah Berpeluang Menguat Meski Dibayangi Kekhawatiran Inflasi dan Resesi

 
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diwarnai sentimen negatif pasar keuangan global, sehingga besar kemungkinan rupiah akan kembali berada di zona merah.
 
"Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.820 per USD hingga Rp14.860 per USD," jelas Ibrahim, dikutip Rabu, 29 Juni 2022.
 
Dijelaskan lebih lanjut, ekspektasi inflasi mendorong penilaian ulang terhadap prospek kenaikan suku bunga agresif di samping para pelaku pasar yang bergejolak menahan penurunan lebih luas.
 
Menurutnya, taruhan kenaikan suku bunga yang agresif telah mendorong dolar dengan indeks naik ke level tertinggi hampir dua dekade di 105,79 awal bulan ini.
 
"Tetapi dengan beberapa indikator data frekuensi tinggi yang menunjukkan momentum ekonomi mulai mendingin dan penurunan harga komoditas yang lebih luas, sehingga investor menjadi berhati-hati," pungkas Ibrahim.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif