Foto: AFP.
Foto: AFP.

Rupiah Masih Tak Berdaya

Ekonomi rupiah melemah Kurs Rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 14 Juni 2021 17:13
Jakarta: Kurs rupiah hingga penutupan perdagangan sore ini masih melemah tipis. Mata uang Garuda ini belum mampu mempertahankan penguatannya sejak penutupan pekan lalu.
 
Mengutip Bloomberg, Senin, 14 Juni 2021, rupiah melemah 13,5 poin atau setara 0,10 persen menjadi Rp14.202 per USD dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp14.189 per USD.
 
Kondisi nilai tukar rupiah sudah terpantau melemah sejak pembukaan perdagangan yang sempat berada pada posisi Rp14.200 per USD. Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp14.200-Rp14.226 per USD. Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 1,09 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan melemah ke posisi Rp14.200 per USD. Gerak rupiah terpantau melemah dibandingkan pergerakan sebelumnya.
 
Sementara itu berdasarkan data kurs referensi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan ke posisi Rp14.222 per USD.
 
Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini diprediksi akan fluktuatif. Namun demikian, masih ada peluang mata uang Garuda ini menguat.
 
"Untuk perdagangan Senin, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp14.160 per USD hingga Rp14.210 per USD," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 14 Juni 2021.
 
Ibrahim mengatakan indeks dolar AS pada pekan lalu melemah terhadap mata uang lainnya karena kenaikan inflasi AS. Kondisi ini lebih cepat dari perkiraan sehingga mendorong investor bertaruh terhadap tekanan harga yang kemungkinan bersifat sementara, meskipun dukungan bank sentral akan tetap ada untuk mengendalikan inflasi tersebut.
 
"Data inflasi AS mengatakan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, yakni 3,8 persen (yoy). Itu tumbuh 0,7 persen (mtm) atau berada di atas ekspektasi, tetapi di bawah pertumbuhan April," ucap Ibrahim.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif