Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Investor Hindari Aset Berisiko Bikin Rupiah Tertekan

Ekonomi kurs rupiah
Antara • 02 April 2020 11:38
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi, bergerak melemah seiring menjauhnya investor dari aset-aset berisiko.
 
Pada pukul 09.42 WIB, rupiah bergerak melemah 78 poin atau 0,47 persen menjadi Rp16.528 per USD dari sebelumnya Rp16.450 per USD.
 
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan harga aset berisiko terlihat masih negatif pagi ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasar masih nyaman untuk keluar dari aset berisiko karena peningkatan penyebaran wabah covid-19," ujar Ariston, dikutip dari Antara, Kamis, 2 April 2020.
 
Baca: Rupiah Tergelincir ke Rp16.505/USD
 
Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat kembali melemah ke kisaran 0,57 persen mendekati tingkat terendah sepanjang masa yang terjadi pada 9 Maret 2020 di 0,36 persen.
 
Hal tersebut bisa mengindikasikan permintaan terhadap obligasi tinggi sehingga harga naik dan tingkat imbal hasilnya turun.
 
Sementara itu, kasus positif covid-19 di Amerika Serikat sudah menyentuh angka 200 ribu kasus. Peningkatan juga terjadi di Italia, Inggris, termasuk Indonesia.
 
"Bila ini terus berlanjut, pasar mengkhawatirkan ekonomi bakal terus tertekan seperti data-data ekonomi yang baru saja dirilis," kata Ariston.
 
Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.300 per USD hingga Rp16.575 per USD.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif