Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Bank Himbara Sudah Salurkan Rp119,8 Triliun Dana Pemerintah

Ekonomi Perbankan Kredit Virus Korona UMKM Himbara Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 24 September 2020 10:32
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi penyaluran dana pemerintah yang ditempatkan di Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) per 14 September 2020 telah mencapai sebanyak Rp119,8 triliun. Diharapkan penyaluran dana tersebut bisa optimal mendukung masyarakat yang terdampak pandemi.
 
Adapun penyaluran dana yang sudah disalurkan Himbara tersebut setara 399,3 persen terhadap alokasi penempatan dana pemerintah untuk percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di empat bank pelat merah sebesar Rp30 triliun.
 
"Komitmen realisasi penyaluran dana tersebut melalui penyaluran kredit sudah berjalan sesuai dengan guidance pemerintah," ungkap Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK periode September 2020, dikutip Kamis, 24 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah pembiayaan tersebut sudah disalurkan kepada 1,5 juta debitur empat bank pelat merah tersebut. OJK mengharapkan keempat bank negara ini dapat segera merealisasikan target rencana distribusi sebanyak empat kali alokasi dana atau setara Rp120,9 triliun.
 
Pemerintah menempatkan dana sebanyak Rp30 triliun di empat bank Himbara. Dana pemerintah itu ditempatkan di BRI sebesar Rp10 triliun, Bank Mandiri sebanyak Rp10 triliun, BNI Rp5 triliun, dan BTN Rp5 triliun.
 
OJK juga mencatat realisasi dana pemerintah yang ditempatkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) hingga 16 September 2020 telah mencapai sebesar Rp7,4 triliun. Angka ini setara 64,3 persen terhadap alokasi penempatan dana pemerintah sebesar Rp11,5 triliun.
 
Dana pemerintah sebesar Rp11,5 triliun yang ditempatkan kepada tujuh BPD tersebut yakni PT Bank DKI Jakarta sebesar Rp2 triliun, PT BPD Jawa Tengah (Bank Jateng) Rp2 triliun, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) Rp2,5 triliun, PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM) Rp2 triliun, serta BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) sebesar Rp2 triliun.
 
"OJK juga secara aktif melakukan pemantauan terhadap pengelolaan penempatan dana pemerintah ke perbankan umum baik di kelompok Himbara yang sebesar Rp30 triliun maupun kelompok BPD yang sebesar Rp11,5 triliun, yang secara umum telah menunjukkan perkembangan menggembirakan," pungkas Anto.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif