Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

OJK Pertimbangkan Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit

Ekonomi OJK Perbankan Himbara
Husen Miftahudin • 14 Juli 2020 07:36
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mempertimbangkan permintaan industri perbankan terkait perpanjangan jangka waktu kebijakan restrukturisasi kredit. Kebijakan yang tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) 11/POJK.03/2020 tersebut berlaku hanya sampai 31 Maret 2021.
 
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kebijakan restrukturisasi hanya berlaku untuk satu tahun. Bila industri memerlukan, kebijakan tersebut bisa diperpanjang. Namun dalam hal ini otoritas perlu melihat berapa lama jangka waktu yang dibutuhkan untuk memperpanjang kebijakan tersebut.
 
"Kita bersama-sama sepakat akan kita lihat segera, apakah memang perlu (perpanjangan jangka waktu restrukturisasi kredit) dan berapa lama (perpanjangan) itu dilakukan," ujar Wimboh dalam telekonferensi bersama, Senin, 13 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengakui kebijakan restrukturisasi kredit masih diperlukan industri perbankan dan sektor riil di tengah pandemi covid-19. Kebijakan tersebut dirasa mampu membantu keuangan perbankan dan sektor riil.
 
"Sehingga di dalam masa pandemi ini sektor riil tidak terlalu terdampak dalam juga, sehingga sektor keuangannya menjadi lebih sehat dengan POJK 11," ungkap Heru.
 
Namun Heru sepakat dengan sang bos, Wimboh. Perpanjangan kebijakan program restrukturisasi kredit tak bisa asal diputuskan, perlu analisa dan kajian lebih mendalam.
 
"Tentunya kita akan terus melakukan analisa mengenai kemungkinan-kemungkinan itu, dan akan kita umumkan pada saat dan timing yang tepat," ucapnya.
 
Sebelumnya, industri perbankan menilai kebijakan restrukturisasi kredit masih sangat diperlukan. Hal ini seiring dengan meningkatnya pengajuan restrukturisasi kredit pada segmen non-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
Oleh karenanya Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus Direktur Utama BRI Sunarso meminta perpanjangan jangka waktu relaksasi kredit ini secara langsung kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam pertemuannya dengan industri perbankan.
 
"Kebijakan restrukturisasi dari OJK dirasakan sangat membantu perbankan dan sektor riil. Maka di dalam pertemuan tadi kita minta kebijakan itu bisa diperpanjang jangka waktunya," harap Sunarso.
 
Sunarso mengusulkan agar jangka waktu kebijakan restrukturisasi kredit diperpanjang selama satu tahun. Bila disetujui, jangka waktu kebijakan restrukturisasi kredit akan berlangsung hingga 31 Maret 2021.
 

(ABD)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif