NEWSTICKER
Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: dok Bank Indonesia
Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: dok Bank Indonesia

BI: Stimulus Negara G20 Bikin Rupiah Perkasa

Ekonomi bank indonesia virus corona
Husen Miftahudin • 26 Maret 2020 14:54
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengapresiasi langkah negara-negara anggota G20 yang menggelontorkan berbagai stimulus untuk melawan dampak krisis akibat virus korona (covid-19).
 
Paket-paket kebijakan moneter dan fiskal itu berimplikasi pada membaiknya sentimen pasar keuangan Indonesia, utamanya nilai tukar rupiah.
 
Di pasar valuta asing (valas), mekanisme pasarnya kian membaik sejak Selasa, 24 Maret 2020 lalu. Kondisi ini memengaruhi penguatan nilai tukar rupiah sehingga mata uang Garuda itu bergerak stabil.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bid-offer berlangsung dan membentuk pembentukan nilai tukar rupiah yang baik. Sekarang ini nilai tukar rupiah diperdagangkan di sekitar Rp16.250 per USD, menguat dari posisi Senin maupun Selasa," ujar Perry melalui telekonferensi dari kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2020.
 
Perry juga mengapresiasi seluruh langkah pelaku pasar, baik industri perbankan, nonbank, eksportir, dan investor global yang membuat mekanisme pasar berjalan semakin baik. "Alhasil bid dan offer mengurangi tekanan nilai tukar rupiah," ungkap Perry.
 
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau menguat dibandingkan dengan penutupan perdagangan Selasa sore di posisi Rp16.500 per USD. Mata uang Garuda sukses menekan mata uang Paman Sam di tengah upaya pemerintah menekan penyebaran covid-19 di Tanah Air.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 26 Maret 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak di Rp16.205 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.205 hingga Rp16.255 per USD.
 
Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.006 per USD. Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah menguat di posisi Rp16.328 per USD dari level Rp16.486 per USD.
 
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menceritakan negara-negara anggota G20 yang sudah mengeluarkan stimulus yang sangat besar. Di antaranya Jerman yang telah menambah pengeluarannya sebanyak USD132 miliar dan menyediakan USD812 miliar sebagai tambahan jaminan, serta Prancis yang mengeluarkan stimulus senilai USD45 miliar.
 
Kemudian Amerika Serikat berencana mengeluarkan paket kebijakan senilai USD1 triliun. Uni Eropa juga mengeluarkan stimulus senilai USD100,86 miliar, dan Kanada menerbitkan paket kebijakan sebesar USD63,9 miliar.
 
Adapun Korea Selatan yang menjadi salah satu pusat pandemi mengeluarkan stimulus senilai USD66 miliar. Australia baru saja mengeluarkan stimulus tambahan sehingga total stimulusnya mencapai USD109 miliar atau 9,7 persen dari PDB.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif