Ilustrasi. AFP PHOTO/ADEK BERRY
Ilustrasi. AFP PHOTO/ADEK BERRY

Terseret Bursa Global, IHSG Diramal Tak Bernyali Menguat

Angga Bratadharma • 19 Januari 2022 09:15
Jakarta: Samuel Research Team memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di area pelemahan pada perdagangan hari ini. Para investor perlu berhati-hati dalam berinvestasi di pasar saham mengingat katalis negatif masih sangat kuat dengan salah satunya rencana The Fed yang segera menaikkan suku bunga.
 
Selain itu, Samuel Research Team mengatakan, terjadi penambahan 1.,362 kasus baru covid-19 di Indonesia kemarin dengan positive rate sebesar 0,7 persen (recovery rate: 96,4 persen, kasus aktif: 9.564). Sedangkan pada pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Kospi turun 0,82 persen dan Nikkei dibuka melemah 1,51 persen.
 
"Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini, mengikuti pergerakan negatif bursa global dan regional," ungkap Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Rabu, 19 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat terpantau jatuh pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), di tengah aksi jual besar-besaran di sektor teknologi dan keuangan. Sedangkan para investor terus memantau arah kebijakan The Fed yang bersiap menaikkan suku bunga.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 543,34 poin atau 1,51 persen menjadi 35.368,47. Sedangkan indeks S&P 500 turun sebanyak 85,74 poin atau 1,84 persen menjadi 4.577,11. Indeks Komposit Nasdaq turun 386,86 poin atau 2,60 persen menjadi 14.506,90.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna merah, dengan teknologi dan keuangan masing-masing turun sebanyak 2,49 persen dan 2,3 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor energi naik 0,4 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.
 
Saham Goldman Sachs Group jatuh hampir tujuh persen setelah bank melaporkan pendapatan kuartalan pada Selasa waktu setempat yang meleset dari ekspektasi pasar. Saham teknologi terpukul di tengah momentum imbal hasil obligasi AS karena investor bersiap untuk pengetatan kebijakan Federal Reserve.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan sebagian besar lebih rendah dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobotnya di indeks S&P AS Listed Tiongkok 50 mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Pasar keuangan AS ditutup pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) karena liburan Martin Luther King Jr. Untuk pekan yang berakhir Jumat lalu, indeks Dow merosot 0,88 persen, S&P 500 turun 0,3 persen, dan Nasdaq yang sarat teknologi turun 0,28 persen.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif