Tarif Tiongkok untuk Gas Ciptakan Pergeseran di Pasar Energi
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
Beijing: Kebijakan Tiongkok yang berencana memberlakukan tarif baru senilai USD60 miliar atas barang impor dari Amerika Serikat (AS) dinilai menciptakan pergeseran di pasar energi. Kondisi itu lantaran gas alam cair Amerika masuk ke dalam daftar yang ditargetkan Beijing.

Banyak yang berubah sejak ketegangan perdagangan terjadi antara Amerika Serikat dengan Tiongkok yang secara dramatis terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir serta beberapa mempertanyakan apakah Beijing akan mengambil langkah untuk memukul ekspor gas Amerika atau tidak.

Adapun Amerika Serikat adalah produsen gas alam terbesar di dunia dan merupakan eksportir utama LNG. "Jika diterapkan, tarif pada LNG akan memberikan pukulan serius bagi industri gas AS dan rencana dominasi energi yang menjadi agenda Presiden Trump," kata Analis Senior Asia Verisk Maplecroft Hugo Brennan, seperti dilansir CNBC, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Perkiraan permintaan gas Tiongkok mendukung pembangunan yang diusulkan untuk terminal ekspor LNG di sepanjang Pantai Timur Amerika, yang sejalan dengan tawaran Pemerintah Trump untuk mengubah AS menjadi negara adidaya energi. Namun, hal itu membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit termasuk dukungan dari pihak terkait.

"Tetapi beberapa proyek ini akan berjuang untuk menarik pendanaan jika (Tiongkok) berjalan ke depan dan meningkatkan hambatan tarif pada LNG Amerika Serikat," tulis Brennan, dalam sebuah catatan.

Tiongkok adalah importir LNG terbesar kedua di dunia pada tahun lalu. Negara ini diperkirakan akan menjadi importir utama dunia dari bahan bakar super dingin tahun depan, Badan Energi Internasional mengatakan pada Juni. Tahun lalu, sekitar 15 persen ekspor LNG AS dikirim ke Tiongkok.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id