Tarif Baru Trump Memukul Konsumen dan Perusahaan AS
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengenakan tarif baru ternyata memukul daya beli konsumen dan perusahaan Amerika Serikat. Tentu hal semacam ini patut dipertimbangkan dan diwaspadai agar tidak memberikan efek negatif terhadap perekonomian AS di masa mendatang.

Barang-barang konsumsi hanya mencapai sebesar satu persen dari barang-barang dalam daftar per 15 Juni dari Kantor Perwakilan Dagang AS, turun 12 persen pada daftar di 3 April, menurut laporan dari Peterson Institute for International Economics.

Bagian dari daftar terbaru yang ditetapkan untuk implementasi 6 Juli juga tidak termasuk ponsel, komputer pribadi dan laptop. Sementara televisi, AC, dan aluminium telah dihapus, ekonom UBS Tao Wang mengatakan dalam laporannya.

Revisi mengikuti dorongan dari publik dan datang ketika Partai Republik mencoba untuk memegang mayoritas kepentingan mereka di Kongres selama pemilu di November. Tidak ditampik, keputusan Trump memicu pertentangan karena tarif baru bisa membebani perekonomian AS.



"Mereka benar-benar memutuskan karena khawatir tentang dampak pada pemilih," kata Profesor Ekonomi di Syracuse University Mary Lovely, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 23 Juni 2018.

Pada Jumat lalu, AS dan Tiongkok mengatakan putaran pertama tarif yang masing-masing menargetkan impor senilai USD34 miliar dari yang lain, akan mulai berlaku 6 Juli. Putaran kedua senilai sekitar USD16 miliar untuk setiap negara akan dilaksanakan di tanggal yang belum ditentukan.

Administrasi Trump mencoba untuk mengurangi defisit perdagangan AS dengan Tiongkok dan meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual, meskipun banyak analis mengatakan tarif bukan cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sengketa perdagangan meningkat pekan ini setelah Trump meminta perwakilan perdagangan AS untuk mengidentifikasi tambahan barang senilai USD200 miliar barang Tiongkok dengan tambahan tarif 10 persen.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id