Pendiri Huawei, Ren Zhengfei. (Photo by HANDOUT / HUAWEI / AFP)
Pendiri Huawei, Ren Zhengfei. (Photo by HANDOUT / HUAWEI / AFP)

Huawei Optimistis Bisnis Tetap Jalan Meski Terus Dijegal AS

Ekonomi huawei as-tiongkok
Nia Deviyana • 21 Januari 2020 19:32
Shanghai: CEO Huawei Ren Zhengfei optimistis kampanye negatif yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) tidak akan memengaruhi bisnis perusahaan teknologi itu secara signifikan. Adapun Washington menuduh peralatan Huawei menimbulkan risiko keamanan nasional.
 
Tahun lalu, Huawei dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan AS. Daftar hitam menyebabkan Huawei harus merilis smartphone andalan mereka tanpa perangkat lunak Google Android berlisensi.
 
"Tahun ini AS mungkin akan semakin meningkatkan kampanye mereka melawan Huawei, tetapi saya merasa dampaknya pada bisnis Huawei tidak akan terlalu signifikan," kata Ren di World Economic Forum, Davos, seperti dilansir CNBC International, Selasa, 21 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah mendapatkan pengalaman dari tahun lalu dan kami memiliki tim yang lebih kuat, saya pikir kami lebih percaya diri dan dapat bertahan dari serangan lebih jauh pada tahun ini," imbuhnya.
 
Setelah memblokir teknologi 5G Huawei, AS berusaha menetapkan aturan yang dapat memblokir peningkatan pasokan barang buatan asing ke Huawei. Namun, Ren mengatakan Huawei telah berinvestasi ratusan miliar untuk teknologi intinya selama beberapa tahun terakhir, termasuk chip dan perangkat lunak. Hal ini, disebut Ren sebagai rencana B yang memungkinkan perusahaan bisa bertahan hidup.
 
Tahun lalu, Huawei meluncurkan sistem operasinya sendiri, yang dikenal dengan HarmonyOS.
 
"Jika kami merasa aman dari AS, kami tidak perlu membuat rencana alternatif ini. Karena kami tidak memiliki rasa aman itu, kami menghabiskan ratusan miliar untuk membuat rencana B. Itulah sebabnya kami bertahan pada serangan pertama," tukas Ren.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif