Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak di Perdagangan Asia Tertekan

Ekonomi minyak mentah
Antara • 18 September 2019 09:30
Singapura: Harga minyak memperpanjang kerugian mereka dari sesi sebelumnya di perdagangan Asia pada Rabu pagi. Kondisi itu terjadi setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan Kerajaan akan mengembalikan produksi minyak yang hilang pada akhir bulan.
 
Tetapi investor tetap berhati-hati terhadap potensi ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat percaya serangan yang melumpuhkan fasilitas minyak Arab Saudi akhir pekan lalu, berasal dari Iran barat daya. Sedangkan Iran membantah terlibat dalam serangan itu.
 
Mengutip Antara, Rabu, 18 September 2019, minyak mentah berjangka Brent turun sebanyak 36 sen atau 0,6 persen menjadi diperdagangkan di USD64,19 per barel pada pukul 00.05 GMT (07.05 WIB), setelah jatuh 6,5 persen pada sesi sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah sebanyak 43 sen atau 0,7 persen menjadi USD58,91 per barel, setelah merosot 5,7 persen pada Selasa, 17 September 2019.
 
"Mengingat kerentanan rantai pasokan Saudi dan kemungkinan serangan seperti itu dapat terulang di masa depan, kami memperkirakan pasar akan mengulangi premi risiko geopolitik dalam minyak," kata Harry Tchilinguirian dari BNP Paribas dalam sebuah catatan.
 
"Pasar minyak sejauh ini puas dengan perkembangan terakhir di Timur Tengah. Menurut pendapat kami, ini tidak akan lagi menjadi masalah ke depan," tambahnya.
 
Arab Saudi berusaha meyakinkan pasar setelah serangan pada Sabtu waktu setempat (Minggu WIB) yang mengurangi separuh produksi minyak. Arab Saudi menyatakan pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) bahwa produksi penuh akan dipulihkan pada akhir bulan.
 
Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan produksi minyak rata-rata pada September dan Oktober akan menjadi 9,89 juta barel per hari dan bahwa eksportir minyak utama dunia itu akan memastikan komitmen pasokan minyak penuh kepada pelanggannya bulan ini.
 
Saudi Aramco telah memberi tahu beberapa perusahaan penyulingan Asia bahwa mereka akan memasok volume minyak mentah yang dialokasikan penuh pada Oktober, meskipun dengan beberapa perubahan. Namun, risiko terhadap harga minyak tetap ada setelah seorang pejabat AS mengatakan bahwa Washington percaya serangan itu berasal dari Iran barat daya.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif