Ilustrasi. FOTO: N’Djamena, Chad/AFP.
Ilustrasi. FOTO: N’Djamena, Chad/AFP.

Emas Dunia Mulai Pamer Pesona

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
Antara • 10 Oktober 2019 07:45
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), menghentikan penurunan hari ketiga berturut-turut. Kondisi itu terjadi karena logam mulia didorong oleh greenback atau dolar yang lebih lemah dan pembelian safe haven para investor.
 
Mengutip Antara, Kamis, 10 Oktober 2019, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik sebanyak USD8,9 atau 0,59 persen menjadi USD1.512,8 per ons. Investor beralih ke pembelian aset-aset safe haven seperti logam mulia ketika mereka mengawasi pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok.
 
Selain itu, investor juga melihat perkembangan seputar Brexit dan data ekonomi terbaru. Dolar Amerika Serikat (USD) sedikit lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya karena investor mengamati risalah rapat kebijakan September yang dirilis oleh Federal Reserve AS pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), unit kebijakan penetapan suku bunga the Fed, memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya seperempat poin pada pertemuan 17-18 September, menurunkan suku bunga dana federal atau overnight funds rate ke kisaran target 1,75 persen hingga 2,00 persen
 
Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun tipis 0,02 persen menjadi 99,11 pada pukul 16.45 GMT sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.
 
Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
 
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, harga perak untuk pengiriman Desember naik sebanyak 11 sen atau 0,62 persen menjadi USD17,81 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik sebanyak USD6,6 atau 0,74 persen menjadi sebesar USD896,7 per ons.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif