Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Rontok

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 02 November 2019 11:04
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena pasar terus memperkirakan penurunan suku bunga acuan di tahun ini oleh Federal Reserve AS dan investor mencerna pidato terbaru oleh Wakil Ketua Fed Richard Clarida.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 2 November 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,11 persen menjadi 97,2453 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1161 dari USD1,1145 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2935 dari USD1,2938 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik ke USD0,6907 dibandingkan dengan USD0,6886. Dolar AS membeli 108,25 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,98 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9856 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9869 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3146 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3163 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Clarida mengatakan keputusan terbaru bank sentral AS untuk memangkas suku bunga acuan akan terus memberikan dukungan signifikan bagi perekonomian. Awal pekan ini, Komite Pasar Terbuka Federal telah memutuskan menurunkan kisaran target untuk tingkat suku bunga acuan ke kisaran 1,5 persen menjadi 1,75 persen.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), didorong oleh data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan. Meski demikian, perang dagang yang berkecamuk antara Washington dan Beijing terus memberikan beban tersendiri terhadap pergerakan pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 301,13 poin atau 1,11 persen menjadi 27.347,36. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 29,35 poin atau 0,97 persen menjadi 3.066,91. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 94,04 poin, atau 1,13 persen, menjadi 8.386,40.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan energi dan industri masing-masing naik sebanyak 2,51 persen dan 2,21 persen, memimpin para pemenang. Namun, sektor real estat dan utilitas mengalami kesulitan untuk berada di zona hijau.
 
Pengusaha Amerika Serikat menambahkan 128 ribu pekerjaan pada Oktober, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. Angka tersebut melampaui perkiraan dari ekonom yang disurvei oleh MarketWatch. Keuntungan pekerjaan terutama terjadi di layanan makanan dan perusahaan minuman, bantuan sosial, dan kegiatan keuangan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif