World Economic Forum. (FOTO: Fabrice COFFRINI/AFP)
World Economic Forum. (FOTO: Fabrice COFFRINI/AFP)

Forum Ekonomi Dunia Menyoroti Tiongkok dan Eropa

Ekonomi world economic forum
Tesa Oktiana Surbakti • 23 Januari 2019 14:04
Davos: Tiongkok dan Eropa menjadi perhatian utama dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Rabu, 23 Januari 2019. Sebelumnya, Presiden Brasil Jair Bolsonaro menarik perhatian karena menjanjikan reformasi bidang lingkungan di hadapan elit bisnis dunia.
 
Sorotan WEF mengarah pada Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, anggota utama kepemimpinan komunis di Beijing yang ditugaskan bernegosiasi dengan Tiongkok selama gencatan senjata.
 
Konferensi tahunan yang dihelat di resor ski Alpine awalnya diharapkan untuk melihat Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mengadakan kontak terkait perdagangan. Namun, Gedung Putih kemudian membatalkan perjalanan delegasi AS imbas penutupan sebagian pemerintah di Washington (shutdown).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di luar konflik dagang, peserta forum Davos turut mengkhawatirkan pelambatan ekonomi Tiongkok. Pengamat ekonomi memprediksi pertumbuhan Negeri Tirai Bambu sekitar enam persen pada tahun ini, yang terbilang masih relatif kuat. Akan tetapi, proyeksi tersebut jelas di bawah capaian pertumbuhan ekonomi Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
 
Pemaparan Tiongkok yang diwakili Wang, akan diperhatikan dengan cermat. Terutama dalam melihat sejauh mana rencana Beijing untuk menggulirkan stimulus maupun meliberalisasi ekonomi, agar kepercayaan investor yang surut kembali naik.
 
Komunitas Eropa juga masuk dalam agenda Davos. Apalagi Kanselir Jerman Angela Merkel hadir dalam forum tersebut untuk mempromosikan ekonomi terkemuka di Benua Biru. Peserta Eropa yang datang ke Davos dibayangi Brexit, setelah Parlemen Inggris memblokir rencana Inggris bercerai dari Uni Eropa.
 
Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May menarik diri dari konferensi, lantaran fokus menangani Brexit. Hal serupa juga dilakukan Kepala Negosiator Uni Eropa Michel Barnier. Keduanya berupaya menghindari jalan keluar "tidak ada kesepakatan" jelang Brexit pada 29 Maret. May mengutus Sekretaris Perdagangan Internasional, Liam Fox, untuk meyakinkan investor mengenai masa depan Inggris pasca Brexit.
 
Belum lama mengunjungi London, PM Jepang Shinzo Abe menekan May untuk mengamankan kesepakatan dengan Belgia. Abe dijadwalkan menyampaikan pidato di depan peserta Davos pada Rabu ini. Generasi muda kepemimpinan Eropa akan diwakili PM Spanyol Pedro Sanchez, yang secara tidak terduga berhasil memenangkan pemungutan suara di parlemen. Namun pemerintahannya sejauh ini bermasalahan dengan krisis kemerdekaan Catalunya dan ketergantungan terhadap sayap kiri pada mayoritas parlemen.
 
Sanchez akan bertemu dengan para eksekutif utama raksasa teknologi AS, termasuk Sheryl Sandberg dari Facebook. Hal ini menyusul kebijakan kontroversial Madril yang mengenakan pajak penjualan terhadap Sillicon Valley.
 
Uni Eropa tengah memperjuangkan pelebaran pajak pada raksasa teknologi, seperti Facebook dan Google. Beberapa negara Eropa, termasuk Spanyol, Prancis, dan Inggris, bahkan ingin memberlakukan ketentuan pajaknya sendiri. (AFP/Media Indonesia)
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi