Ilustrasi (AFP/Jewel)
Ilustrasi (AFP/Jewel)

Bursa Saham AS Ambruk di Malam Natal

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 25 Desember 2018 07:02
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) merosot pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan ketiga indeks utama ambruk lebih dari dua persen pada penutupan di malam Natal. Kondisi itu terjadi karena sentimen investasi dipengaruhi oleh gejolak di Washington di tengah ketidakpastian.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 25 Desember 2018, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 653,17 poin atau 2,91 persen menjadi 21.792,20. Sedangkan S&P 500 turun 65,52 poin atau 2,71 persen sehingga tergelincir ke pasar bearish. Indeks Komposit Nasdaq turun 140,08 poin atau 2,21 persen menjadi 6.192,92.
 
Indeks teknologi berat mengalami aksi jual tajam lainnya setelah merosot ke pasar bearish pada Jumat lalu. Sebagian besar indeks utama membukukan penurunan terburuk pada Natal dan ekuitas AS juga berada pada kecepatan terburuk sejak 1931, selama terjadinya depresi hebat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 19,79 persen menjadi 36,07 pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pasar menanggapi gejolak di Washington, menurut beberapa ahli.
 
"Berita menghasilkan kisaran (persoalan yang terjadi seperti melemahnya pasar saham) saat ini dan sebagian besar investor cenderung untuk menjual ketika mendekati akhir tahun," kata John Monaco, seorang pedagang di Wellington Shields & Co. LLC.
 
Beberapa laporan mengatakan Presiden AS Donald Trump sedang mendiskusikan untuk memecat Jerome Powell dari posisinya sebagai Ketua Federal Reserve, setelah bank sentral mengumumkan minggu lalu untuk menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya tahun ini.
 
Situasi lebih rumit ketika Trump mengkritik bank sentral AS di Twitter. "Satu-satunya masalah ekonomi kita adalah the Fed. Mereka tidak memiliki perasaan untuk pasar," kata Trump, dalam cuitannya.
 
Pasar saham telah terguncang sepanjang tahun di tengah kekhawatiran penaikan suku bunga acuan yang cepat. Meningkatnya suku bunga dapat menjadi rintangan bagi perusahaan kecil yang memiliki proporsi utang yang tinggi, sehingga tanda apapun bahwa the Fed berencana untuk terus menaikkan suku bunga setiap kuartal dapat membebani sentimen perusahaan.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif