Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Dolar AS Disalip Poundsterling

Ekonomi dolar as
Ade Hapsari Lestarini • 20 Maret 2019 08:17
New York: Mata uang dolar AS menurun pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat di tengah meningkatnya poundsterling, Inggris.
 
Parlemen Inggris di Downing Street mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan menulis surat kepada Presiden Dewan Eropa Donald Tusk yang meminta kepergian Inggris dari blok tersebut untuk ditunda.
 
Perpanjangan apa pun akan membutuhkan dukungan dari 27 anggota UE lainnya. Demikian seperti dilansir dari Xinhua, Rabu, 20 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


May akan bertemu dengan para pemimpin 27 anggota UE lainnya pada pertemuan puncak UE yang berlangsung pada Kamis.
 
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1352 dolar AS dari 1,1337 dolar pada sesi sebelumnya. Sedangkan pound Inggris naik menjadi 1,3268 dolar dari 1,3251 dolar pada sesi sebelumnya, dan dolar Australia turun menjadi 0,7090 dolar dari 0,7099 dolar.
 
Sementara dolar AS dibeli 111,41 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,40 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9992 franc Swiss dari 1,0010 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3309 dolar Kanada dari 1,3351 dolar Kanada.
 
Parlemen Inggris sebelumnya kembali menolak perjanjian Brexit yang telah susah payah diupayakan Perdana Menteri Theresa May, Selasa, 12 Maret 2019. Penolakan kali kedua ini membuat Inggris bergerak menuju ke arah yang semakin tidak pasti, 17 hari menjelang tenggat waktu Brexit.
 
House of Commons menolak perjanjian Inggris dengan suara 391-242. Perjanjian tetap ditolak meski PM May telah mendapatkan beberapa jaminan dari Uni Eropa mengenai sejumlah elemen krusial Brexit.
 
Penolakan berisiko memicu kekacauan ekonomi, karena Inggris harus melepaskan keanggotaan dari Uni Eropa --mitra dagang terbesar sejak 46 tahun-- pada 29 Maret 2019.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif