Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Gerak Wall Street Bervariasi

Ekonomi wall street
Ade Hapsari Lestarini • 15 Februari 2019 08:36
New York: Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat, karena kinerja yang kuat terkait saham teknologi.
 
Hal ini mengimbangi bagian dari dampak negatif yang disebabkan oleh penurunan terbesar penjualan ritel AS yang tidak terduga pada Desember 2018 dalam sembilan tahun.
 
Melansir Xinhua, Jumat, 15 Februari 2019, indeks Dow Jones Industrial Average turun 103,88 poin atau 0,41 persen menjadi 25.439,39. Indeks S&P 500 turun 7,30 poin atau 0,27 persen menjadi 2.745,73. Indeks Komposit Nasdaq naik 6,58 poin atau 0,09 persen menjadi 7.426,95.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham Cisco naik hampir dua persen, setelah raksasa teknologi AS melaporkan laba dan pendapatan triwulanan yang melebihi perkiraan analis.
 
Saham induk Google, Alphabet, naik 0,05 persen, setelah bank investasi AS, Citigroup, menilai perusahaan itu sebagai yang teratas dalam peringkat terakhir perusahaan internet AS. Saham perusahaan layanan internet AS Netflix juga naik lebih dari dua persen.
 
Namun, saham Amazon turun lebih dari satu persen, setelah raksasa e-commerce AS mengumumkan memutuskan untuk tidak bergerak maju dengan rencana untuk membangun markas di New York City, karena oposisi lokal yang sengit.
 
Enam dari 11 sektor S&P 500 utama memperpanjang kerugian, dengan sektor konsumen staples turun lebih dari 1,2 persen, sehingga memimpin penghambatan.
 
Lael Brainard, anggota Dewan Gubernur The Fed, mengatakan pada Kamis dalam sebuah wawancara dengan CNBC bahwa ia khawatir tentang ekonomi AS karena meningkatnya "risiko penurunan".
 
"Risiko kerugian telah meningkat secara relatif dibandingkan dengan prospek modal untuk pertumbuhan yang solid," kata pembuat kebijakan bank sentral.
 
Di sisi ekonomi, penjualan ritel AS jatuh 1,2 persen pada Desember tahun lalu, menandai penurunan terbesar sejak September 2009, lapor Biro Sensus AS pada Kamis.
 
Data telah secara luas dianggap sebagai indikasi perlambatan yang ditandai dalam pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi pada akhir 2018. Statistik dirilis dalam laporan yang ditunda oleh penutupan pemerintah AS yang berlangsung 35 hari, yang terpanjang dalam sejarah AS.
 
Sementara itu klaim pengangguran AS, atau jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran, naik 4.000 menjadi 239 ribu minggu lalu, lapor Departemen Tenaga Kerja.
 
Rata-rata klaim pengangguran juga meningkat menjadi 231.750, level tertinggi sejak Januari 2018. Namun pertumbuhan masih mengindikasikan level rendah untuk pasar kerja AS, karena klaim pengangguran biasanya digunakan untuk mengukur tingkat pengangguran.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi