USD Terus Melemah Usai Pernyataan The Fed
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi ketika Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral akan tetap mewaspadai risiko-risiko terhadap stabilitas keuangan setelah terjadi gejolak pasar baru-baru ini.

"Kami akan tetap waspada terhadap setiap perkembangan risiko-risiko terhadap stabilitas keuangan," kata Powell, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 14 Februari 2018.

Ini adalah pernyataan terbuka pertama yang Powell sejak dia menjabat sebagai kepala bank sentral seminggu yang lalu menggantikan Janet Yellen. Sejak saat itu, pasar saham AS telah memasuki jalan yang bergelombang, dengan indeks saham utama turun lebih dari 10 persen.


Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2363 dari USD1,2285 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik ke USD1,3886 dari USD1,3830 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi USD0,7859 dari USD0,7845.

Sedangkan USD dibeli 107,68 yen Jepang, lebih rendah dari 108,68 yen pada sesi sebelumnya. Sementara itu, USD merosot ke 0,9342 franc Swiss dari 0,9389 franc Swiss, dan dolar AS turun menjadi 1,2594 dolar Kanada dari 1,2603 dolar Kanada.

Pada Selasa 13 Februari, Powell menekankan the Fed akan mempertahankan keuntungan-keuntungan penting dalam peraturan keuangan sambil berusaha memastikan bahwa kebijakan dilakukan seefisien mungkin. Dia juga menegaskan bank sentral akan terus secara bertahap menaikkan suku bunga dan mengembalikan neraca keuangannya.

Tentu hal itu dengan latar belakang pemulihan global yang kuat. Para analis mengatakan bahwa ucapan Powell membantu menenangkan investor yang gugup dan membuat dolar AS kurang menarik. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, urun 0,56 persen menjadi 89,707 pada akhir perdagangan.



(ABD)