USD Melonjak Ditopang Data Ekonomi Positif
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) diperdagangkan lebih kuat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Hal itu terjadi lantaran para investor memilah-milah sejumlah data ekonomi dari negara tersebut.

Mengutip Antara, Sabtu, 17 Maret 2018, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2284 dari USD1,2303 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3939 dari USD1,3934 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7712 dari USD0,7798.

Sedangkan USD dibeli 106,09 yen Jepang, lebih rendah dari 106,25 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD meningkat menjadi 0,9528 franc Swiss dari 0,9516 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3095 dolar Kanada dari 1,3057 dolar Kanada.

Setelah turun 0,3 persen pada Januari, produksi industri AS naik 1,1 persen pada Februari, jauh di atas perkiraan pasar untuk kenaikan 0,4 persen, Federal Reserve melaporkan. Jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 6,3 juta pada hari kerja terakhir Januari, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 5,8 juta, kata Departemen Tenaga Kerja AS.

Angka awal sentimen konsumen AS pada Maret meningkat menjadi 102, lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 98,8, menurut sebuah survei yang dikeluarkan oleh University of Michigan.

Sementara itu, jumlah rumah baru yang dibangun yang dimiliki secara pribadi di AS pada Februari berada pada tingkat tahunan disesuaikan secara musiman 1.236.000 unit, gagal memenuhi konsensus pasar, Departemen Perdagangan mengumumkan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,11 persen menjadi 90,231 pada akhir perdagangan.

 



(ABD)