Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP
Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP

Wall Street Tumbang di Tengah Risalah Fed

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 21 November 2019 07:06
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih rendah pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena Wall Street mencermati risalah dari Federal Reserve AS sambil menunggu pembaruan mengenai kondisi perdagangan global. Ada harapan agar negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok bisa segera mencapai kata sepakat.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 21 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average menyusut sebanyak 112,93 poin atau 0,40 persen menjadi 27.821,09. Sedangkan S&P 500 turun 11,72 poin atau 0,38 persen menjadi 3.108,46. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 43,93 poin atau 0,51 persen menjadi 8.526,73.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih rendah, dengan bahan-bahan turun sebanyak 1,18 persen, memimpin penghambat. Energi membalikkan kerugian sebelumnya untuk mendapatkan kenaikan 1,01 persen pada penutupan. Investor mencerna risalah dari pertemuan kebijakan Oktober Fed yang dirilis pada Rabu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketidakpastian yang terkait dengan ketegangan perdagangan serta risiko geopolitik agak mereda, meskipun risikonya meningkat," kata risalah, seraya menambahkan risiko bahwa perlambatan pertumbuhan global akan semakin membebani ekonomi domestik tetap menonjol.
 
Bank sentral AS menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin akhir bulan lalu di tengah perlambatan lebih lanjut dalam pertumbuhan ekonomi AS, yang merupakan pemotongan suku bunga ketiga bank sentral tahun ini. Penyesuaian kebijakan ini menempatkan kisaran tingkat suku bunga acuan di 1,5-1,75 persen.
 
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kebijakan moneter Amerika Serikat akan tetap sesuai seperti sekarang selama ekonomi tetap berada di jalurnya. Sejauh ini, the Fed akan terus melakukan pemantauan untuk melihat pergerakan ekonomi dengan harapan bisa menekan sejumlah risiko yang muncul.
 
"Kami akan memantau efek dari tindakan kebijakan kami, bersama dengan informasi lain mengenai prospek, saat kami menilai jalur yang tepat dari kisaran target untuk tingkat suku bunga acuan," kata Powell.
 
Powell menambahkan jika kebijakan moneter yang diambil nantinya tidak sesuai harapan, maka the Fed siap merespons melalui kebijakan moneter yang sesuai dengan kondisi perekonomian saat itu. "Jika perkembangan yang muncul menyebabkan penilaian kembali atas pandangan kami," pungkas Powell.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif