Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN
Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN

Akhir Pekan, Dolar AS Unjuk Gigi

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 18 Januari 2020 09:02
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melonjak pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena data awal perumahan yang lebih baik dari perkiraan. Meski demikian, para investor tetap harus waspada karena ketidakpastian masih menghantui perekonomian Paman Sam yang imbasnya USD berpotensi balik arah ke zona merah.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 18 Januari 2020, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,3 persen menjadi 97,609 pada pukul 3:00 malam. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1093 dari USD1,1135 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3016 dari USD1,3066 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun ke USD0,6874 dibandingkan dengan USD0,6894. Dolar AS membeli 110,15 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 110,13 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik hingga 0,9678 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9647 franc Swiss, dan hingga 1,3063 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3047 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perumahan milik swasta AS yang dimulai pada Desember 2019 melonjak ke ketinggian 13 tahun yakni di 1,608 juta unit dibandingkan dengan 1,375 juta unit pada November 2019 dan ekspektasi pasar 1,373 juta unit, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Konsensus AS.
 
"Data perumahan terbaru, bersama dengan data penjualan ritel yang dikeluarkan Kamis, tampaknya telah meredakan kekhawatiran pada kesehatan konsumen dan pasar rumah tangga AS," kata Kepala Strategi Valuta Asing Amerika Utara CIBC Capital Markets Bipan Rai.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat menyelesaikan sesi perdagangan Jumat lebih tinggi karena Wall Street mencerna banyak data ekonomi. Disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok juga turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 50,46 poin atau 0,17 persen menjadi ditutup pada 29.348,10. Sementara S&P 500 naik sebanyak 12,81 poin atau 0,39 persen menjadi 3.329,62. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 31,81 poin atau 0,34 persen menjadi 9.388,94.
 
Kemudian sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan layanan komunikasi melonjak sebanyak 0,9 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor energi turun sebanyak 0,66 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
"Dengan selera risiko telah mencapai level yang lebih tinggi di belakang reli bantuan baru-baru ini, kami berpikir bahwa penurunan dolar AS tambahan dapat membuktikan tidak adanya bukti terbatas aktivitas reflasi," kata catatan penelitian yang dikeluarkan oleh Bank of America Global Research pada Jumat.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif