Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer (AFP/MARK WILSON)
Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer (AFP/MARK WILSON)

AS Tidak Lagi Ancam Naikkan Tarif untuk Tiongkok

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 28 Februari 2019 11:31
New York: Amerika Serikat (AS) tidak lagi mengancam menaikkan tarif untuk Tiongkok, yang merupakan tanda paling jelas bahwa kesepakatan perdagangan sudah dekat. Adapun kesepakatan diharapkan bisa segera terealisasi agar perang dagang yang sedang terjadi bisa dihentikan demi kepentingan bersama.
 
Menurut Wall Street Journal, seperti dilansir dari CNBC, Kamis, 28 Februari 2019, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan Amerika Serikat sedang berupaya secara resmi meninggalkan rencana untuk menaikkan tarif barang-barang Tiongkok dari 10 persen menjadi 25 persen.
 
Laporan itu mengatakan rencana penundaan menaikkan tarif akan ditangguhkan selama kedua negara terus berbicara, menandai sinyal yang paling jelas bahwa kesepakatan perdagangan antara mereka mungkin ada di cakrawala. Awalnya AS merencanakan pengenaan tarif barang-barang Tiongkok USD200 miliar jika kesepakatan tidak dicapai pada Sabtu pukul 12:01 pagi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wall Street Journal menambahkan Lighthizer membuat pernyataan itu setelah kesaksiannya kepada Komite Cara dan Alat DPR. Lighthizer bersaksi bahwa Tiongkok perlu melakukan lebih dari sekadar membeli barang-barang AS tambahan bagi kedua negara untuk mencapai kesepakatan perdagangan.
 
"Masih banyak yang harus dilakukan baik sebelum kesepakatan tercapai dan, yang lebih penting, setelah tercapai," tukasnya.
 
Sebelumnya, seorang pakar dari Amerika Serikat mengungkapkan kemajuan yang dicapai dalam putaran terakhir perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok sangat menggembirakan. Perundingan ini diharapkan bisa mencapai kata sepakat yang nantinya segera menghentikan perang dagang.
 
"Perundingan perdagangan telah meninggalkan titik kegagalan yang tidak bisa diubah di kaca spion meskipun tingkat keberhasilan masih harus dilihat," ujar Sourabh Gupta, seorang rekan senior di Institute for China-America Studies yang berbasis di Washington.
 
"Ini adalah konfirmasi dari kepercayaan dan niat baik yang telah ditimbulkan dan ini menjadi pertanda baik bagi hasil win-win dalam beberapa minggu -jika tidak beberapa hari ke depan," tambahnya.
 
Dalam retrospeksi, tegasnya, pertemuan pekan lalu di Beijing sangat penting. "Mereka memastikan bahwa perundingan telah melewati titik ambang kegagalan yang tidak dapat dibayangkan," ujarnya.
 
Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam cuitannya mengambil keputusan untuk menunda penaikan tarif impor Tiongkok yang dijadwalkan untuk 1 Maret, mengutip pembicaraan perdagangan sangat produktif antara kedua negara.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif