Bank Sentral Harus Mempertimbangkan Mengeluarkan Uang Digital

Angga Bratadharma 17 November 2018 19:01 WIB
imf
Bank Sentral Harus Mempertimbangkan Mengeluarkan Uang Digital
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (FOTO: AFP)
Singapura: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai bank sentral harus mempertimbangkan untuk menerbitkan mata uang digital lantaran uang mulai menghadapi "titik balik sejarah". Meski demikian, tingkat keamanan harus sangat diperhatikan guna menghindari adanya risiko yang muncul.

Dalam pidatonya di Festival Fintech Singapura, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menyoroti perubahan sifat uang karena permintaan uang tunai atau uang fisik mulai menurun di seluruh dunia. Dia mengatakan bank sentral memiliki peran memasok uang ke ekonomi digital.

"Saya percaya bahwa kita harus mempertimbangkan kemungkinan untuk mengeluarkan mata uang digital," kata Lagarde, seperti dilansir dari CNBC, Sabtu, 17 November 2018.

Lagarde mengatakan mata uang digital yang didukung bank sentral dapat membantu mempromosikan inklusi keuangan, keamanan, dan privasi dalam pembayaran sebagai alternatif catatan kertas yang murah dan efisien. Namun dia memperingatkan adanya risiko terhadap stabilitas keuangan dan inovasi.

"Pesan saya adalah bahwa sementara kasus untuk mata uang digital tidak universal, kita harus menyelidiki lebih lanjut, serius, hati-hati, dan kreatif," kata Lagarde.

Bank-bank sentral di seluruh dunia sedang menimbang mengenai kenaikan transaksi nontunai yang memengaruhi pencetakan konvensional mereka dan mengelola uang beredar. Lagarde memilih bank sentral di Tiongkok, Kanada, Swedia dan Uruguay yang merangkul perubahan dan pemikiran baru tentang bagaimana mereka dapat memasok mata uang digital kepada publik.

Sebagai contoh, bank sentral Swedia, Riksbank, berencana untuk mengujicobakan versi mata uang digital yang disebut e-krona pada 2019. Swedia dianggap sebagai salah satu masyarakat tanpa uang paling banyak di dunia dengan hanya 13 persen orang Swedia menggunakan uang tunai untuk pembelian terbaru mereka di toko, menurut survei terbaru dari Riksbank.

"Pengaturan yang tepat dari entitas-entitas ini akan tetap menjadi pilar kepercayaan," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id