Emas Dunia Perkasa Usai Wall Street Terpuruk
Ilustrasi (AFP PHOTO/Diptendu DUTTA)
Chicago: Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik sedikit pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan terjadi karena saham-saham AS menderita kerugian terburuk dalam beberapa bulan terakhir dan dolar Amerika Serikat (USD) melemah.

Mengutip Antara, Kamis, 11 Oktober 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, menguat sebanyak USD1,9 atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada USD1.193,4 per ons. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,15 persen menjadi 95,54 pada pukul 19.10 GMT.

Pasar saham Wall Street menderita kerugian terburuk dalam beberapa bulan terakhir pada perdagangan Rabu 10 Oktober, karena saham-saham teknologi tinggi terus menurun tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan penurunan lebih dari 800 poin dalam perdagangan sore.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD melemah maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam USD menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya. Sehari sebelumnya, emas berjangka juga sedikit menguat, terutama didukung oleh pelemahan USD.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 7,4 sen AS atau 0,51 persen menjadi menetap di USD14,326 per ons dan platinum untuk penyerahan Januari 2019 turun sebanyak USD1,6 atau 0,19 persen, menjadi ditutup pada USD827,3 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average menurun 831,83 poin atau 3,15 persen, menjadi berakhir di 25.598,74 poin. Indeks S&P 500 merosot 94,66 poin atau 3,29 persen, menjadi ditutup di 2.785,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir jatuh 315,97 poin atau 4,08 persen, menjadi 7.422,05 poin.

Sektor teknologi mengalami hari terburuk dalam tujuh tahun, mendorong Dow ke hari terburuknya dalam delapan bulan terakhir. Saham Amazon jatuh 6,15 persen, sementara Netflix menukik 8,38 persen. Facebook dan Apple juga masing-masing turun lebih dari empat persen.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id