Pajak Ekspor Diprediksi Melemahkan Harga CPO
Ilustrasi. (Foto: Antara/Budi).
Jakarta: Permintaan crude palm oil (CPO) diprediksi akan melambat karena ada pajak ekspor CPO Malaysia di sana sebesar lima persen.

"Kabar dari pelaku pasar yang mengatakan perlambatan permintaan dapat dikaitkan dengan pemberlakuan kembali pajak ekspor CPO setelah empat bulan sebelumnya dilakukan penangguhan," ujar analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi, dalam hasil risetnya, Kamis, 17 Mei 2018.

Perdagangan Kamis, 17 Mei 2018 saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang berada pada level 2.415 ringgit Malaysia. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga 2.400 ringgit Malaysia, sementara harga tinggi (high) tercatat berada di 2.420 ringgit Malaysia, dan harga rendah (low) di 2.399 ringgit Malaysia.

CPO pada perdagangan Rabu, 16 Mei 2018 kemarin ditutup di harga tingginya di 2.415 ringgit Malaysia, dengan histori pada hari perdagangan menyentuh harga rendah di 2.406 ringgit Malaysia, harga tinggi di 2.427 ringgit Malaysia.

CPO Malaysia turun tipis di awal perdagangan Rabu kemarin, mengikuti pelemahan terkait minyak mentah serta melambatnya permintaan ekspor komoditas tersebut.

Patokan harga kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,6 persen pada harga 2.422 ringgit Malaysia per metrik ton pada istirahat sesi pertama dengan ditandai penurunan tajam dalam hampir dua minggu.

CPO sebelumnya melompat ke tertinggi satu bulan pada perdagangan Senin, 14 Mei 2018 ditopang oleh ringgit Malaysia yang lebih lemah, menyusul kekalahan pemilihan koalisi yang memerintah negara itu selama enam dekade.

"Tampaknya pelaku pasar menahan ringgit Malaysia untuk tetap lemah saat peningkatan produksi yang lebih lambat dari ekspektasi," tambah dia.

Asumsi tersebut karena ringgit Malaysia yang lebih lemah biasanya mendukung harga CPO dengan membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang asing.

Potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran: 
- 2.448 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.435 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.428 ringgit Malaysia (resistance 1).

Potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.381 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.340 ringgit Malaysia (support 2).
- 2.335 ringgit Malaysia (support 3).



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id