USD Menyusut di Tengah Data Ekonomi Baru
Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah atau harus menyusut terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Hal itu terjadi karena investor mencerna data ekonomi terbaru dan mempertimbangkan konsekuensi dari Amerika Serikat menghentikan kesepakatan nuklir Iran.

Mengutip Antara, Kamis, 10 Mei 2018, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sebanyak 0,07 persen menjadi 93,054 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1861 dari USD1,1860 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3556 dari USD1,3538 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7464 dari USD0,7449.

Sedangkan USD dibeli 109,71 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,98 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 1,0048 franc Swiss dari 1,0018 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2843 dolar Kanada dari 1,2957 dolar Kanada.



Di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir naik 0,1 persen pada April, disesuaikan secara musiman, gagal memenuhi konsensus pasar untuk kenaikan 0,3 persen, Departemen Tenaga Kerja AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, perjanjian penting yang ditandatangani pada 2015. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Trump mengumumkan keluar dari kesepakatan tersebut seraya menambahkan bahwa dia tidak akan menandatangani pelepasan sanksi-sanksi terkait nuklir terhadap Iran.

Gedung Putih bersikeras untuk mengambil keputusan itu kendati Trump mengakui dalam pidatonya bahwa Iran telah mematuhi kesepakatan. Namun, ia tidak menentukan tenggat waktu dan skala sanksi yang akan diberlakukan kembali.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360