Di Tengah Kekhawatiran Geopolitik, USD Berjaya

Ade Hapsari Lestarini 09 Mei 2018 07:48 WIB
dolar as
Di Tengah Kekhawatiran Geopolitik, USD Berjaya
Ilustrasi. (Foto: Antara/Agung Rajasa).
New York: Mata uang dolar AS menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat di tengah data ekonomi dan kekhawatiran geopolitik.

Melansir Xinhua, Rabu, 9 Mei 2018, analis mengatakan greenback menguat pada Selasa ke level tertinggi 2018 terhadap sekeranjang mata uang pada pembelian safe haven.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,38 persen di 93,097 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun ke 1,1860 dolar dari 1,1924 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun ke 1,3538 dolar dari 1,3560 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke 0,7449 dolar dari 0,7518 dolar.

Dolar AS dibeli 108,98 yen Jepang, lebih rendah dari 109,08 yen Jepang dari sesi sebelumnya. Mata uang Paman Sam ini turun ke 1,0018 franc Swiss dari 1,0028 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2957 dolar Kanada dari 1,2869 dolar Kanada.

Di sisi ekonomi, jumlah lowongan kerja meningkat menjadi 6,6 juta pada hari kerja terakhir di Maret, mengalahkan konsensus pasar sebesar 6,1 juta, lapor Departemen Tenaga Kerja AS.

Pada Selasa sore, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, kesepakatan penting yang ditandatangani pada 2015.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Trump mengumumkan dia tidak akan menandatangani pengabaian sanksi terkait nuklir terhadap Iran.

Trump mengulangi sikap kerasnya pada kesepakatan itu, mengatakan bahwa pihaknya gagal mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir atau mendukung terorisme di kawasan itu.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360