Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Indeks FTSE-100 Inggris Tertekan 0,42%

Ekonomi bursa saham pasar saham ekonomi inggris
26 Maret 2019 09:47
London: Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi terlihat dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun sebanyak 0,42 persen atau 30,01 poin menjadi 7.177,58 poin.
 
Mengutip Antara, Selasa, 26 Maret 2019, DS Smith, perusahaan pengemasan internasional di Inggris, turun 3,56 persen, membukukan kerugian terbesar di antara saham-saham unggulan. Diikuti saham perusahaan penyedia layanan kesehatan swasta NMC Health yang jatuh 3,22 persen, serta United Utilities Group, sebuah perusahaan air bersih Inggris, turun 3,03 persen.
 
Sementara itu, Fresnillo, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia berbasis di Meksiko, mencatat keuntungan paling besar di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya menguat 1,97 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diikuti oleh saham Ocado Group, perusahaan penjualan daring yang berfokus pada pengiriman makanan, minuman, dan barang-barang rumah tangga berkualitas tinggi, serta perusahaan tambang Rio Tinto, yang masing-masing meningkat sebesar 1,91 persen dan 1,62 persen.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 14,51 poin atau 0,06 persen, menjadi 25.516,83 poin. Indeks S&P 500 turun 2,35 poin atau 0,08 persen menjadi 2.798,36 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 5,13 poin atau 0,07 persen menjadi 7.637,54 poin.
 
Saham Apple turun lebih dari 1,21 persen, setelah raksasa teknologi itu mengumumkan serangkaian layanan-layanan baru pada Senin 25 Maret, karena perusahaan berusaha memperluas area pertumbuhan pendapatan untuk mengimbangi melemahnya penjualan iPhone.
 
Apple meluncurkan layanan video streaming yang disebut Apple TV Plus yang menampilkan konten yang diproduksi Apple, dan layanan berlangganan baru, yang menambahkan konten majalah ke aplikasi Apple News.
 
Saham Boeing naik hampir 2,29 persen, setelah raksasa produsen pesawat AS itu dilaporkan mengundang tiga maskapai penerbangan AS pada akhir pekan untuk meninjau pembaruan perangkat lunak untuk armada 737 MAX-nya, yang telah mengalami dua kecelakaan fatal selama lima bulan terakhir.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif