Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak AS Melonjak di Atas USD60/Barel

Ekonomi minyak mentah
21 Maret 2019 08:01
New York: Harga minyak mentah AS naik pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) ke level tertinggi empat bulan di atas USD60 per barel setelah data Pemerintah AS menunjukkan pengetatan pasokan minyak domestik. Kenaikan dibatasi kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global karena perang perdagangan AS-Tiongkok yang sedang berlangsung.
 
Mengutip Antara, Kamis, 21 Maret 2019, kontrak berjangka minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik USD0,8 atau 1,36 persen menjadi USD59,83 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI mencapai tertinggi sesi di USD60,12 per barel, tertinggi sejak 12 November tahun lalu.
 
Kontrak acuan minyak mentah WTI yang lebih aktif untuk pengiriman Mei, naik sebanyak USD0,94 atau 1,6 persen menjadi USD60,23 per barel. Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik USD0,89 atau 1,32 persen menjadi USD68,50 per barel di London ICE Futures Exchange.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga minyak naik setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat penurunan besar dan tak terduga dalam persediaan minyak mentahnya karena permintaan ekspor dan penyulingan yang kuat. Dalam pekan yang berakhir 15 Maret, persediaan minyak mentah komersial AS turun 9,6 juta barel dari minggu sebelumnya.
 
Kondisi itu dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 309 ribu barel, EIA mengatakan dalam laporan mingguannya. Penarikan persediaan tersebut merupakan yang terbesar sejak Juli 2018 dan membawa stok ke level terendah sejak Januari.
 
Persediaan bensin dan sulingan atau destilat turun lebih besar dari yang diperkirakan. Stok bensin turun 4,6 juta barel, sementara persediaan sulingan turun 4,1 juta barel. Laporan itu bullish karena penarikan persediaan minyak mentah yang besar, itu merupakan fungsi dari tingkat impor yang rendah dan volume ekspor yang tinggi.
 
"Persediaan yang secara keseluruhan menurun dalam minyak mentah dan produk-produk olahan menyoroti pengetatan pasar," kata mitra Again Capital LLC John Kilduff, di New York.
 
Harga minyak mentah telah naik hampir sepertiga tahun ini, didorong oleh pengurangan pasokan di antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, serta sanksi-sanksi AS terhadap eksportir minyak Iran dan Venezuela.
 
Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan OPEC mungkin perlu memperpanjang pengurangan minyak sampai akhir 2019 di tengah meningkatnya persediaan global. Sementara itu, Menteri energi Uni Emirat Arab mengatakan dia mengharapkan OPEC menyelesaikan piagam kerja sama jangka panjang dengan mitra non-OPEC pada Juni.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif