Perusahaan Global Mulai Pindahkan Bisnis ke Asia Tenggara
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping (FOTO: AFP)
New York: Perang dagang antara Washington dan Beijing mendorong banyak perusahaan global untuk memikirkan kembali pekerjaan manufaktur dan fabrikasi yang sekarang mereka lakukan di Tiongkok. Tidak dipungkiri, blok negara-negara Asia Tenggara bisa memberikan keuntungan di tengah konflik dagang tersebut.

"Dalam jangka pendek, akan ada efek buruk pada kawasan sebagai basis ekspor untuk dunia, dan untuk AS khususnya," ungkap Managing Partner untuk Asia Tenggara Bain & Co Satish Shankar, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 24 November 2018.

Menurutnya ekspor tertentu yang masuk ke Tiongkok dan kemudian ke Amerika Serikat akan berdampak pada industri seperti tekstil dan elektronik. Namun, dalam jangka panjang, pihaknya merasa cukup yakin bahwa ASEAN adalah basis rantai pasokan alternatif yang sangat menarik bagi perusahaan yang ingin melakukan diversifikasi jauh dari Tiongkok.

Adapun Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) terdiri dari 10 negara di kawasan termasuk Singapura, Thailand, dan Vietnam. Kawasan ini terus memperlihatkan geliat ekonomi yang membaik dari waktu ke waktu.

Karena perusahaan global mempertimbangkan untuk memindahkan rantai pasokan mereka ke Asia Tenggara, Bain & Co menambahkan, usaha kecil dan menengah di kawasan akan mengadopsi lebih banyak teknologi ke dalam operasi harian mereka yang berpotensi menciptakan peluang USD1 triliun.

"Ini adalah blok ekonomi terbesar kelima, sebanding dengan ukuran di Amerika Serikat dan India," kata Satish Shankar.

Untuk diketahui, Amerika Serikat telah mengenakan tarif tambahan pada daftar produk Tiongkok sejak Juli. Beijing menanggapi dengan pengenaan tarif yang sama kepada Amerika Serikat. Bahkan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengecam kebijakan proteksionisme.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id