Imbal Hasil Obligasi AS Tetap Tinggi di Tengah Kritik Trump

21 Juli 2018 16:01 WIB
ekonomi amerika
Imbal Hasil Obligasi AS Tetap Tinggi di Tengah Kritik Trump
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Harga surat utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) terlihat lebih rendah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena para pedagang mencerna kritik Presiden AS Donald Trump terhadap kebijakan Federal Reserve. Adapun Trump tidak senang dengan keputusan the Fed yang menaikkan suku bunga di tengah pemulihan ekonomi AS.

Mengutip CNBC, Sabtu, 21 Juli 2018, namun imbal hasil pada benchmark treasury AS 10 tahun lebih tinggi di sekitar 2,8 persen pada 02:05 pagi ET. Sementara imbal hasil obligasi treasury 30 tahun bergerak lebih tinggi di 2,9 persen. Imbal hasil obligasi bergerak berlawanan dengan harga.

Imbal hasil surat utang Pemerintah AS melemah lebih rendah pada Kamis waktu setempat setelah Trump mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa dia tidak senang melihat Federal Reserve menaikkan suku bunga. Trump menilai langkah tersebut memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

"Saya tidak senang tentang itu. Tetapi pada saat yang sama saya membiarkan mereka (the Fed) melakukan apa yang menurut mereka terbaik," kata Trump.

Adapun pasar bereaksi terhadap komentar Trump, dengan saham, dolar Amerika Serikat (USD), dan imbal hasil surat utang Pemerintah AS jatuh. Pejabat the Fed tidak mengomentari pernyataan Presiden Trump. Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan, menekankan bahwa Trump tidak bermaksud memengaruhi proses pengambilan keputusan the Fed.

"Tentu saja Presiden menghormati independensi the Fed. Dia menganggap Jerome Powell adalah orang yang sangat baik dan dia tidak mengganggu keputusan atau kebijakan the Fed. Pandangan Presiden tentang suku bunga sangat terkenal dan komentarnya hari ini adalah pengulangan posisi yang sudah lama dipegang," kata pernyataan itu.

Trump membantu mengantar pemotongan pajak besar-besaran akhir tahun lalu yang memangkas tingkat pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 21 persen. Sebagai imbalannya, Trump telah memberikan penguatan terhadap pasar saham dan ekonomi pada kecepatan untuk tumbuh hampir tiga persen pada 2018, jauh di atas tingkat usai resesi sebelum ia menjabat.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id