Harga Emas Dunia Naik Tipis
Ilustrasi (AFP/Joe Klamar)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik sedikit pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), tetapi masih bertahan di dekat posisi terendah satu tahun. Sementara itu, sejumlah peristiwa seperti perang dagang masih membayangi pergerakan harga emas dunia.

Mengutip Antara, Kamis, 19 Juli 2018, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik hanya 60 sen AS atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada USD1.227,90 per ons, masih berada di level terendah sejak Juli 2017.

Pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Selasa 17 Juli tentang ekonomi AS dan proyeksi kenaikan bertahap suku bunga utama telah mendorong USD terus menguat. Indeks USD, yang mengukur USD terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, berada di atas 95 pada Rabu pagi, tetapi kemudian mundur ke 94,75 pada pukul 17.45 GMT.

Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika USD mundur maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan USD menjadi lebih murah bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya. Namun, Dow Jones Industrial Average yang terus meningkat telah menahan kenaikan emas lebih lanjut.



Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun sebanyak 4,3 sen AS atau 0,28 persen menjadi ditutup pada USD15,574 per ons. Platinum untuk penyerahan Oktober turun sebanyak USD2,1 atau 0,26 persen menjadi menetap di USD817,80 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 79,40 poin atau 0,32 persen menjadi berakhir di 25.199,29 poin. Indeks S&P 500 meningkat 6,07 poin atau 0,22 persen menjadi ditutup di 2.815,62 poin. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq turun 0,67 poin atau 0,01 persen menjadi berakhir di 7.854,44 poin.

Pembangunan dan izin mendirikan bangunan rumah baru AS jatuh pada Juni ke laju paling lambat dalam sembilan bulan, karena suku bunga kredit pemilikan rumah (hipotek) yang lebih tinggi dan biaya yang meningkat untuk tenaga kerja dan material, memberikan tekanan pada pasar perumahan, menurut Departemen Perdagangan.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id