Analis Sebut Perang Dagang Memengaruhi Pasar Saham
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menimbulkan ketidakpastian ke pasar saham akhir-akhir ini. Bahkan, goncangan dan volatilitas bisa berlanjut selama investor khawatir tentang perang dagang yang diharapkan tidak terjadi.

"Jika Anda melihat secara historis, berita utama politik cenderung mengganggu orang selama sekitar 15 menit. Bahkan mengenai berita utama politik cenderung tidak mengaum di pasar untuk periode yang berkelanjutan pada umumnya," kata Credit Suisse Chief US Market Strategist Jonathan Golub, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 15 Maret 2018.

"Saya kira hal yang sama berlaku untuk masalah perdagangan. Jika kita berakhir dalam perang dagang yang penuh, itu akan buruk, tapi pada saat ini, kita jauh dari itu," tambahnya.

Saham terus bergerak termasuk ketika Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dilepaskan oleh Gedung Putih, beberapa hari setelah pemerintah menyetujui untuk melakukan pembicaraan dengan Korea Utara. Pasar menepisnya.

Namun saham benar-benar anjlok saat laporan mulai beredar pada Selasa sore bahwa administrasi Trump bisa memukul tarif Tiongkok terhadap teknologi, pakaian jadi, dan barang impor lainnya. Di bawah pertimbangan juga ada pembatasan investasi dan visa.

Perdagangan menjadi satu kekhawatiran besar yang menggantung di pasar sejak pemilihan Trump. Kebijakan lainnya adalah positif pasar, terutama pemotongan pajak. Tapi tingkat kecemasan meningkat sejak Trump memberlakukan tarif impor baja dan aluminium, dan kegelisahan tetap mengenai negosiasi NAFTA dengan Kanada dan Meksiko.

"Kami sudah memiliki pemotongan pajak dan deregulasi. Itu ada di buku, tapi pada perdagangan, pasar benar-benar ketakutan dan bisa dengan mudah lepas kendali," kata Manajer Portofolio QMA Edward Keon.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id