Ilustrasi. AFP/Mikhail Mordasov
Ilustrasi. AFP/Mikhail Mordasov

Harga Minyak Dunia Menyusut

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 07 November 2019 08:01
New York: Harga minyak dunia turun pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) meningkat lebih dari yang diharapkan. Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global masih menjadi kekhawatiran tersendiri karena berpangaruh terhadap permintaan minyak.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 7 November 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun USD0,88 menjadi USD56,35 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Januari turun USD1,22 menjadi USD61,74 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Persediaan minyak mentah komersial AS naik 7,9 juta barel selama pekan yang berakhir 1 November dari minggu sebelumnya, Administrasi Informasi Energi AS mengatakan. Dengan 446,8 juta barel, persediaan minyak mentah AS sekitar tiga persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan Dow Jones sedikit berubah. Kondisi itu karena Wall Street mencerna data terkait pengurangan produktivitas tenaga kerja AS di kuartal ketiga dan pidato Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,07 poin atau 0,0003 persen menjadi 27.492,56. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 2,16 poin atau 0,07 persen menjadi 3.076,78. Indeks Komposit Nasdaq turun 24,05 poin atau 0,29 persen menjadi 8.410,63.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik 0,56 persen, memimpin para pemenang. Saham CVS Health naik 5,36 persen, setelah perusahaan raksasa kesehatan melaporkan laba lebih tinggi dari perkiraan untuk kuartal ketiga, didorong bisnis asuransi kesehatan yang kuat.
 
Saham Wendy turun 0,34 persen, setelah perusahaan membukukan laba kuartal ketiga yang mengalahkan estimasi pasar. Rantai restoran cepat saji juga meningkatkan prospek pertumbuhan setahun penuh.
 
Sementara itu, Evans mengatakan dalam sebuah acara bahwa pengurangan suku bunga bank sentral AS belum memadai untuk mengubah dinamika secara substansial jika ada guncangan negatif yang besar. Perlu ada kebijakan lain guna menjaga stabilitas perekonomian dari sisi kebijakan moneter.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif