Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)
Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)

Reli Dolar AS Terhenti Tunggu Sinyal Kebijakan Fed

Ekonomi dolar as
21 Mei 2019 09:29
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) sedikit berubah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu karena investor menahan langkah besar sambil menunggu perkembangan dalam negosiasi perdagangan AS-Tiongkok dan untuk wawasan pemikiran Federal Reserve tentang kebijakan suku bunga.
 
Mengutip CNBC, Selasa, 21 Mei 2019, Tiongkok pada Senin menuduh Amerika Serikat menyimpan ekspektasi berlebihan untuk kesepakatan perdagangan, menggarisbawahi jurang pemisah antara kedua belah pihak ketika tindakan AS terhadap raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, mulai mengenai sektor teknologi global.
 
Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, turun sebanyak 0,06 persen atau sedikit tergerak oleh pertengkaran. Terhadap euro, USD sedikit melemah, terakhir turun sebanyak 0,07 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


USD juga tertahan menjelang pidato Ketua Fed Jerome Powell yang seharusnya menawarkan wawasan pemikiran ketua the Fed tentang suku bunga dan dampak ketegangan perdagangan terhadap ekonomi AS. Pada Rabu, Komite Pasar Terbuka Federal akan merilis risalah dari pertemuan terakhirnya.
 
Adapun investor berharap the Fed akan menunjukkan apa yang mendorong para pembuat kebijakan untuk melakukan sikap netral secara luas bulan ini. Karenanya pidato Powell dinilai bakal menjadi sesuatu yang investor saksikan dengan cermat untuk melihat kondisi perekonomian AS terkini.
 
"Apakah ada komentar dari Federal Reserve mengenai perubahan dalam pandangan mereka. Hal itu karena meningkatnya ketegangan perdagangan. Dan apa yang akan mereka lakukan ke depan," kata Manajer Portofolio Manulife Asset Management Chuck Tomes.
 
Pada pertemuan 1 Mei, the Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan mengisyaratkan sedikit selera untuk menyesuaikan suku bunga dalam waktu dekat, dengan memperhatikan pertumbuhan pekerjaan yang kuat.
 
Sejak itu, ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing telah meningkat, memberikan bayangan pada prospek pertumbuhan global dan memicu ekspektasi bank sentral AS yang harus memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Namun, meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga sejauh ini hanya berdampak kecil pada dolar.
 
Ahli strategi pasar mencatat imbal hasil tersirat pada kontrak berjangka AS mulai memberi harga pada penurunan suku bunga kedua tahun ini karena kekhawatiran telah meningkat. Dengan demikian, risalah the Fed ini akan mengambil signifikansi tambahan.
 
"Karena pasar mencoba untuk mengetahui pesan nyata dari Federal Reserve," kata Kepala Strategi Mata Uang Global Brown Brothers Harriman Win Thin, di New York.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif