Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN
Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN

Dolar AS Melempem di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 04 Januari 2020 10:02
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah mata uang safe haven seperti yen Jepang melonjak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ada harapan agar ketegangan geopolitik bisa segera mereda demi kepentingan bersama.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 4 Januari 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,01 persen menjadi 96,8395 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1167 dari USD1,1168 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3078 dari USD1,3135 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6958 dibandingkan dengan USD0,6983. Dolar AS dibeli 108,01 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,55 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9718 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9722 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2991 dolar Kanada dari 1,2989 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor khawatir tentang risiko geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok masih memberikan sedikit dukungan.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 233,92 poin atau 0,81 persen ke 28,634.88. Sementara S&P 500 sebanyak turun 23 poin atau 0,71 persen ke 3,234.85. Indeks Komposit Nasdaq turun 71,42 poin atau 0,79 persen menjadi 9.020,77.
 
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah balas dendam setelah serangan Amerika Serikat menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan Korps Pengawal Revolusi Pasukan Quds Islam Iran, dalam serangan udara di Baghdad pada Jumat, televisi pemerintah Iran melaporkan.
 
Sebagai hasil dari meningkatnya kekhawatiran atas sengatan energi, harga minyak mentah naik lebih dari dua persen. Saham maskapai penerbangan menurun karena kekhawatiran kenaikan harga minyak. Harga saham American Airlines, United Airlines, Delta Air Lines masing-masing turun 4,95 persen, 2,05 persen dan 1,66 persen.
 
"Peristiwa geopolitik oleh alam mereka tidak bisa ditebak, tapi periode sebelumnya peningkatan ketegangan menunjukkan bahwa dampak pada pasar yang lebih luas cenderung berumur pendek," kata Kepala Investasi UBS Kekayaan global Management Mark Haefele, dalam sebuah catatan.
 
Sementara itu, kerja sama yang mulai tumbuh antara Tiongkok dan Amerika Serikat tidak hanya akan menguntungkan kedua negara tetapi juga seluruh dunia. Dalam konteks ini, diharapkan kedua negara tidak lagi terlibat dalam perang dagang karena telah terbukti memberikan efek negatif terutama dari sisi stabilitas perdagangan global.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif