Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER

Ekonomi Tiongkok Tumbuh 6% di Kuartal III-2019

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 21 Oktober 2019 11:02
Beijing: Tiongkok mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga 2019 sebesar 6,0 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy). Sementara analis yang disurvei memperkirakan PDB Tiongkok di kuartal ketiga tahun ini tumbuh 6,1 persen (yoy).
 
Pada kuartal kedua 2019, ekonomi Tiongkok tumbuh 6,2 persen secara yoy atau tingkat terlemah dalam setidaknya 27 tahun. Kondisi itu terjadi karena perang perdagangan yang sedang berkecamuk dengan Amerika Serikat (AS). Sejauh ini, perang dagang tersebut masih terus berlarut-larut dan belum ada tanda-tanda berhenti.
 
"PDB Tiongkok telah turun tajam sejak kuartal pertama 2018, hanya tumbuh 6,8 persen karena pengetatan kredit dan perselisihan perdagangan dengan AS," kata Kepala Ekonomi dan Strategi Departemen Keuangan Asia dan Oceania Mizuho Bank Vishnu Varathan, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 21 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada keraguan bahwa penurunan itu serius," tambah Varathan.
 
Target pertumbuhan resmi ekonomi Beijing untuk 2019 adalah 6-6,5 persen. Meskipun angka PDB resmi Beijing dilacak sebagai indikator kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia, namun banyak ahli luar telah lama menyatakan skeptis tentang kebenaran laporan Tiongkok.
 
Sementara itu, data impor dan ekspor Tiongkok untuk September datang lebih buruk dari yang diharapkan di tengah gesekan perdagangan dengan AS. Adapun kedua raksasa ekonomi telah terlibat dalam sengketa perdagangan selama lebih dari satu tahun, dengan masing-masing negara menerapkan tarif barang bernilai miliaran dolar.
 
Di sisi lain, Tiongkok dan Amerika Serikat sudah mencapai kemajuan besar di berbagai bidang setelah mengadakan putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi pada Kamis dan Jumat waktu setempat di Washington.
 
Konsensus ini penting dicapai antara kepala negara kedua negara. Kedua tim negosiasi telah melakukan diskusi yang jujur, efisien, dan konstruktif tentang masalah ekonomi dan perdagangan yang menjadi perhatian bersama.
 
Kedua belah pihak pun mencapai kemajuan substansial di beberapa bidang-bidang termasuk pertanian, perlindungan hak kekayaan intelektual, nilai tukar, jasa keuangan, perluasan kerja sama perdagangan, alih teknologi dan penyelesaian sengketa.
 
Selain itu, AS dan Tiongkok juga membahas pengaturan pertemuan masalah dagang di masa depan, dan sepakat untuk melakukan upaya bersama sehingga akhirnya mencapai kesepakatan. Delegasi Tiongkok dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, yang juga anggota Biro Politik Partai Komunis Komite Sentral Tiongkok.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif