Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bursa Saham AS Parkir di Zona Hijau

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 24 Oktober 2019 07:01
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) mencatat keuntungan kecil di penutupan pasar pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Hal itu terjadi karena investor menilai sejumlah hasil kinerja perusahaan yang beragam pada kuartal ketiga, termasuk Texas Instruments dan Caterpillar.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 24 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 45,85 poin atau 0,17 persen menjadi 26.833,95. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 8,53 poin atau 0,28 persen menjadi 3.004,52. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 15,50 poin atau 0,19 persen menjadi 8.119,79.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi naik 0,75 persen, memimpin para pemenang. Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow memperpanjang kenaikan di sekitar bel penutupan, dengan saham Merck & Co dan Travelers Companies masing-masing naik 1,93 persen dan 1,54 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di antara 98 perusahaan S&P 500 yang telah merilis pendapatan pada kuartal III hingga saat ini, sebanyak 82,7 persen telah mengeluarkan hasil yang mengalahkan ekspektasi pasar, menurut penyedia data keuangan Refinitiv.
 
Saham Caterpillar naik 1,23 persen, meskipun pemimpin industri itu membukukan laba dan pendapatan kuartal ketiga yang keduanya tidak sesuai dengan perkiraan analis. Raksasa manufaktur itu juga memangkas panduan pendapatan setahun penuh yang terbebani oleh penurunan permintaan industri.
 
Saham Texas Instruments jatuh 7,48 persen, setelah barometer pembuat cip yang dianggap luas melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih buruk dari perkiraan untuk kuartal ketiga dan menurunkan panduan pendapatannya pada kuartal keempat karena melemahnya permintaan pasar.
 
Sementara itu, para pemimpin UE pada Rabu 23 Oktober mempertimbangkan apakah akan memberikan Inggris perpanjangan Brexit selama tiga bulan, dan Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa jika mereka melakukannya dia akan mengadakan pemilihan pada hari Natal.
 
Namun, masih ada banyak rintangan yang tersisa, dan kemampuan Johnson untuk memenuhi janji 'lakukan atau mati' untuk mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober diragukan, setelah parlemen menolak jadwal tiga hari guna memberlakukan persetujuannya.
 
Investor juga menunggu pertemuan akhir bulan Federal Reserve AS, yang diperkirakan mengurangi suku bunga acuan untuk ketiga kalinya berturut-turut tahun ini. Federal Fund Futures menyiratkan bahwa pedagang melihat peluang 91 persen terkait pemotongan suku bunga 25 basis poin.
 
Ketidakpastian Brexit dan ekspektasi penurunan suku bunga telah menekan greenback. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,02 persen menjadi 97,51 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif