Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Merebut Peluang dari Melambatnya Ekonomi AS

Ekonomi amerika serikat ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 26 Maret 2019 19:24
Jakarta: Kondisi Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan akan mengalami perlambatan ekonomi bisa membawa dampak positif bagi Indonesia. Perkembangan di AS membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed sedikit berkurang sehingga Indonesia bisa memacu pertumbuhan ekonomi.
 
"Ini adalah kesempatan buat Indonesia untuk memacu pertumbuhan kita," kata Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden Denni Puspa Purbasari di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Bukan perkembangan ekonomi AS, Denni menambahkan, salah satu yang paling dikhawatirkan oleh Indonesia adalah perkembangan ekonomi Tiongkok. Sebagai partner dagang terbesar, Indonesia akan sangat terpengaruh dengan perlambatan ekonomi Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena Tiongkok partner dagang terbesar di Indonesia baik untuk ekspor maupun impor, jadi bukan AS sebenarnya (yang dikhawatirkan oleh Indonesia). Jadi kita lebih worried apa yang terjadi dengan Tiongkok," jelas dia.
 
Meski begitu, dirinya menyebut perekonomian Tiongkok akan tetap tumbuh meski melambat. Dengan demikian, Indonesia tetap berpeluang meningkatkan pertumbuhan ekonominya agar mencapai target 5,2 persen.
 
"Kita melihat bahwa sebenarnya ekonomi Tiongkok tumbuhnya cukup robust dan perlambatannya kurang dari 0,2 persen. Jadi dalam hal ini saya pikir Tiongkok pun akan mengalami soft landing dan tetap saja menjadi sumber kamjuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi dunia," ungkapnya.
 
Sementara itu, kondisi ekonomi Indonesia juga akan dipengaruhi oleh perkembangan domestik. Di dalam negeri tingkat konsumsi serta investasi diprediksi akan tetap tumbuh didukung oleh kondisi makro ekonomi yang terjaga.
 
"Konsumsi kita tumbuh sangat robust. Kedua investasi yang kita yakin akan mulai bergulir karena ada pembangunan infrastruktur tiga atau empat tahun belakangan. Kita yakin domestik demand yang akan jadi pendorong," pungkas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif