Konsumen Tiongkok Tunda Konsumsi
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
Beijing: Basis konsumen Tiongkok yang besar dan dingin atas masa depan keuangan bisa memiliki efek riak di seluruh ekonomi yang sudah di bawah tekanan. Sementara analis mengatakan per individu umumnya sehat secara finansial, tetapi banyak yang menunda pengeluaran karena ketidakpastian tentang masa depan.

"Penurunan konsumsi adalah risiko terbesar, karena semua orang sudah tahu tentang penurunan investasi dan semua orang juga tahu tentang ketegangan perdagangan," kata Kepala Ekonom JD Digits Jian Guang Shen, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 24 November 2018.

"Kepercayaan semua orang dan kepercayaan diri dalam situasi tahun ini telah menurun, (dan) konsumsi segera berdampak. Dalam beberapa bulan ke depan, konsumsi akan terus melambat," tambah Shen.

Adapun penjualan ritel jatuh ke 8,6 persen atau sangat mengecewakan pada Oktober. Kondisi itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang umumnya melihat pertumbuhan mendekati 10 persen atau lebih tinggi. Sejumlah risiko telah menekan tingkat konsumsi, yang salah satunya perang dagang.

"Ada kecemasan bahwa ekonomi ke depan tidak akan berjalan dengan baik," kata Daniel Zipser, mitra senior di McKinsey.

Penjualan mobil di pasar mobil terbesar di dunia telah jatuh lebih dari 11,5 persen dalam dua bulan terakhir, mengubah pertumbuhan tahunan negatif untuk pertama kalinya dalam lebih dari enam tahun, menurut angka resmi yang tersedia di Wind Info database.

"Ada kecemasan bahwa ekonomi ke depan tidak akan berjalan dengan baik. Orang itu masih punya uang untuk membeli mobil baru tapi akan menunggu," pungkas Daniel Zipser.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id