Ilustrasi (FOTO: Pando)
Ilustrasi (FOTO: Pando)

Wall Street Tumbang, Saham Nike dan Boeing Anjlok

Ekonomi wall street
23 Maret 2019 07:04
New York: Saham-saham di Wall Street turun tajam pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Hal itu karena data ekonomi suram dari negara-negara utama Eropa dan prospek Federal Reserve (the Fed) yang berhati-hati terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) menyalakan kembali kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 23 Maret 2019, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 460,19 poin atau 1,77 persen menjadi 25.502,32 poin. Indeks S&P 500 turun 54,17 poin atau 1,90 persen menjadi 2.800,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 196,29 poin atau 2,50 persen menjadi 7.642,67 poin.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor material dan keuangan masing-masing jatuh 2,99 persen dan 2,77 persen, memimpin penurun. Sementara utilitas naik sekitar 0,7 persen, satu-satunya sektor yang menguat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham Nike menukik lebih dari 6,6 persen pada penutupan, berada di antara saham yang berkinerja terburuk di Dow Jones. Perusahaan pakaian olahraga AS itu melaporkan hasil kuartalan pada Kamis malam, dengan pertumbuhan penjualannya di Amerika Utara gagal memenuhi perkiraan.
 
Saham Boeing jatuh 2,8 persen setelah laporan mengatakan bahwa maskapai penerbangan Garuda Indonesia membatalkan pesanannya untuk 49 pesawat Boeing 737 Max. Kondisi itu mau tidak mau memberikan tekanan terhadap pergerakan saham, dan membuat bos Boeing berencana ke Jakarta untuk membahas hal tersebut.
 
Ekonomi zona euro kehilangan momentum lagi pada Maret, hanya berkembang secara moderat karena produsen melaporkan penurunan tertajam mereka selama enam tahun, kata penyedia informasi global IHS Markit pada Jumat.
 
Menurut laporan IHS Markit, di Jerman, aktivitas bisnis tumbuh pada tingkat paling lambat sejak Juni 2013 dengan pesanan baru menurun untuk bulan ketiga berturut-turut. Di Prancis, aktivitas bisnis turun untuk ketiga kalinya dalam empat bulan.
 
Awal pekan ini, Federal Reserve AS menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk 2019. Selain itu, the Fed juga memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya. Adapun keputusan tersebut disambut baik oleh Presiden AS Donald Trump karena bisa memberi efek positif terhadap perekonomian AS.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif