Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Dolar AS Kembali Bangkit

Ekonomi dolar as
22 Desember 2018 10:04
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) berbalik menguat atau rebound pada perdagangan terakhir minggu ini. Penguatan terjadi karena permintaan safe haven greenback naik di tengah aksi jual tajam di pasar saham dan kemungkinan penghentian operasional Pemerintahan Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 22 Desember 2018, pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,1371 dari USD1,1469 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2634 dibandingkan dengan USD1,2670 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7046 dari USD0,7118.
 
Sementara itu, USD dibeli 111,29 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 111,11 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Sedangkan USD naik menjadi 0,9948 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9869 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3589 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3496 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham-saham AS terpuruk pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena Nasdaq jatuh ke bear market dan Dow Jones mengalami penurunan mingguan terburuk selama dekade terakhir, menjadikan minggu terburuk mereka sejak Agustus 2011.
 
Penurunan tajam di saham-saham mendorong penghindaran risiko di kalangan investor yang mencari imbal hasil, yang tetap lebih berhati-hati tentang pembelian aset-aset berisiko, terutama pada saat liburan Natal dan Tahun Baru yang mengurangi likuiditas.
 
Pertikaian bipartisan terbaru tentang RUU pengeluaran pemerintah di Amerika Serikat juga meningkatkan kegelisahan pasar. Presiden AS Donald Trump mengancam bahwa penutupan sebagian pemerintah akan berlangsung lama, jika Demokrat di Senat tidak memberikan pendanaan lebih dari USD5 miliar untuk pembangunan dinding perbatasan AS-Meksiko.
 
Diperkirakan secara luas USD memperpanjang kenaikannya pada minggu depan jika penutupan pemerintah dilakukan. Untuk menenangkan para investor yang gelisah, Presiden Federal Reserve Bank New York John Williams mengatakan the Fed mendengarkan semua pelaku pasar dan terbuka untuk mempertimbangkan kembali pandangan-pandangan kebijakannya.
 
"Apa yang akan kita lakukan memasuki tahun depan adalah menilai kembali pandangan kita tentang ekonomi, mendengarkan tidak hanya pasar tetapi semua orang yang kita ajak bicara, melihat semua data dan siap untuk menilai kembali dan mengevaluasi kembali pandangan-pandangan kami," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif