Presiden AS Donald Trump (Dok : AFP).
Presiden AS Donald Trump (Dok : AFP).

Apa yang Terjadi jika Donald Trump Pecat Direktur The Fed?

Ekonomi the fed donald trump
Nia Deviyana • 24 Desember 2018 19:20
Jakarta: Rencana pemecatan Direktur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat banyak tanggapan. President Direktur The Fed Dallas Richard Fisher menyebut apa yang dilakukan Trump sudah keluar dari jalur.

"Salah satu keunggulan ekonomi Amerika adalah menjaga independensi Federal Reserve. Tidak ada presiden yang dapat mengganggu kerja The Fed. Kalau saya jadi Powell, saya akan abaikan presiden dan melakukan pekerjaan saya," kata dia seperti dilansir CNBC, Senin, 24 Desember 2018.

Tanggapan lain juga datang dari Menteri Keuangan Steve Mnuchin. Meski menentang kebijakan The Fed, Mnuchin tidak setuju apabila Trump memecat Powell. "Saya benar-benar tidak setuju dengan kebijakan The Fed. Saya pikir kenaikan suku bunga dan menyusutnya portofolio Fed adalah hal yang mengerikan, terutama ketika negosiasi perdagangan sedang berlangsung. Tetapi saya tidak pernah menyarankan pemecatan terhadap Jay Powell, saya juga tidak memiliki hak untuk melakukannya," ujar Mnuchin lewat akun Twitter-nya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Trump geram dengan kebijakan The Fed yang kembali menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin menjadi kisaran 2,25-2,50 persen. Trump kabarnya telah mendiskusikan pemecatan Powell setelah frustasi dengan kerugian pasar saham dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun ada argumen yang menyebut bahwa Trump tidak bisa memecat Powell, ada pertanyaan menarik, apa yang akan terjadi jika Trump benar-benar melakukannya?

Beberapa analis, seperti dilansir SMH, memprediksi akan ada kekacauan pasar keuangan apabila Trump melakukan intervensi. CEO KKM Financial di Chicago, Jeff Kilburg mengatakan pemecatan terhadap Powell bisa menyebabkan penurunan kapitalisasi pasar sebanyak lima persen. Diprediksi pula akan ada aksi menjual USD secara besar-besaran, kenaikkan suku bunga pasar karena hilangnya kredibilitas The Fed sebagai bank sentral independen, dan penurunan ekonomi AS secara tajam.

Rendahnya kepercayaan investor juga akan memicu anjloknya pasar saham AS. Seperti diketahui, Indeks saham utama AS sudah terjun menjelang akhir tahun ini. Indeks Dow Jones Industrial Average turun tujuh persen minggu ini, menjadi minggu terburuk dalam 10 tahun terakhir. Dow, yang didukung oleh Trump ketika berada pada rekor tertinggi pada awal tahun, sekarang turun sembilan persen pada 2018.



 


(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi