Keputusan Fed Naikkan Suku Bunga Dinilai Tepat

Angga Bratadharma 08 Desember 2018 21:04 WIB
ekonomi amerikathe fed
Keputusan Fed Naikkan Suku Bunga Dinilai Tepat
Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell (Alex Wong/AFP)
New York: Ketua Federal Reserve Jerome Powell sering dikritik karena terus menaikkan suku bunga acuan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, usai Powell efektif berada di pucuk pimpinan bank sentral. Namun, penaikan suku bunga acuan memang diperlukan agar pertumbuhan ekonomi AS tidak terlalu panas.

"Saya penggemar berat Powell. Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang bagus dalam menormalisasi suku bunga," kata Art Laffer, yang merupakan mantan penasihat ekonomi untuk Presiden Trump dan Ronald Reagan, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 8 Desember 2018.

Trump telah berulang kali mencela kebijakan bank sentral terkait penaikan suku bunga acuan yang terlalu agresif. Bahkan, Trump justru menyalahkan Powell baru-baru ini dalam sebuah wawancara di Washington Post pekan lalu atas penurunan pasar saham dan rencana penutupan pabrik GM dan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Adapun the Fed pada akhir bulan ini diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya di tahun ini. Tapi jalan tahun depan sudah habis untuk diperdebatkan. Setelah penaikan suku bunga di September, the Fed memproyeksikan tiga kenaikan tarif di 2019.

Wawancara Trump pada 27 November silam datang satu hari sebelum Powell muncul untuk menyampaikan komentarnya di 3 Oktober bahwa tingkat itu suku bunga acuan jauh dari apa yang disebut netral, di mana pada Oktober menyebabkan adanya kerugian bulanan di pasar saham yang terburuk di sekitar tujuh tahun.

Namun, Powell mengatakan suku bunga acuan sudah tepat di bawah netral dan ia mungkin ingin menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang suku bunga acuan jauh lebih tinggi tidak lagi diperlukan. Adapun keputusan penaikan suku bunga acuan dengan melihat data tenaga kerja dan tingkat inflasi di AS.

Lebih lanjut, Laffer berharap, pemerintah bersegera menangani pengeluaran pemerintah sebagai agenda berikutnya. "Jika iya, saya tidak melihat alasan apapun untuk terjadinya resesi. Kurasa kita akan melanjutkan perjalanan panjang yang makmur dengan langit adalah batasnya," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id