Trump Siap Kenakan Tarif Baja dan Aluminium kepada Sekutu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/SAUL LOEB)
Washington: Administrasi Trump akan mengenakan tarif pada impor baja dan aluminium kepada Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa. Langkah tersebut merupakan tindakan terbaru dalam serangkaian kebijakan proteksionisme untuk menindak pelanggaran perdagangan yang dituduhkan oleh Amerika Serikat (AS).

"Tarif 25 persen untuk impor baja dan 10 persen untuk impor aluminium akan berlaku pada Kamis tengah malam," kata Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 2 Juni 2018.

AS telah memberikan penangguhan hukuman kepada sekutunya, tetapi pengecualian ditetapkan berakhir pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Ross mengatakan administrasi Trump akan menempatkan kuota atau batas volume di negara lain seperti Korea Selatan, Argentina, Australia, dan Brasil, tapi bukan tarif.

Kecaman dari sekutu-sekutu AS pun berdatangan. Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menyebut tarif tidak bisa dibenarkan dan mengatakan Uni Eropa akan meluncurkan tindakan balasan dalam beberapa jam mendatang.



Seorang juru bicara Pemerintah Inggris juga mengatakan bahwa Inggris sangat kecewa dalam langkah itu. Bahkan, sekutu AS harus secara permanen dan sepenuhnya dibebaskan dari tarif. Meksiko juga mengatakan akan memberlakukan tarif sebagai tanggapan atas tindakan AS.

Langkah administrasi Trump ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian tindakan yang menargetkan praktik perdagangan negara-negara asing yang meningkatkan kemungkinan perang dagang dengan ekonomi utama dunia. Trump telah berulang kali berjanji untuk menindak kebiasaan perdagangan yang dia katakan membahayakan perusahaan AS.

Dalam pernyataan yang mengumumkan langkah-langkah itu, Trump menulis bahwa dia setuju dengan temuan Ross bahwa barang-barang pabrik baja sedang diimpor ke Amerika Serikat dalam jumlah besar dan dalam keadaan seperti itu akan mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id